FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Plh Sekda Minta Camat Sosialisasikan Pemekaran Kabupaten Subang

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Asep Nuroni meminta Camat untuk sosialisaiskan hasil kajian pemekaran Kabupaten Subang

Hal ini disampaikan Asep saat memimpin briefing staff secara virtual dengan para Asisten, Kepala OPD dan unsur-unsur camat di Ruang Rapat Bupati II, Senin (25/01/2021).

Asep meminta para camat khususnya Kecamatan yang berpeluang pisah dari Kabupaten induk untuk terjun langsung ke masyarakat guna mensosialisasikan kajian tersebut di musyawarah desa.

"Saya minta camat untuk sosialisaiskan ini. Bisa berkoordinasi pada saat kegiatan musyawarah desa tentang tahapan dan regulasi, apabila tahapan tersebut bisa berjalan dengan baik maka bisa lanjut ke tahapan berikutnya." kata Asep


BERITA TERKAIT:
Direkomendasikan Pemekaran, Dekan Fisip Unpad Ingatkan Tantangan Subang Utara
Hasil Polling: 52.29% Responden Sangat Setuju Pemekaran Kabupaten Subang
Akhirnya! Bupati Rekomendasikan Pemekaran Kabupaten Subang Utara


Hasil kajian akademik dari Unpad merekomendasikan pemekaran daerah otonomi baru Kabupaten Subang Utara dari Kabupaten induknya, Subang. Beberapa diantaranya hasil kajian itu polling tentang pemekaran daerah Kabupaten Subang. Hasil polling yang dilakukan, menghasilkan sebanyak 52,29% sangat setuju, 30,66% setuju, 4,88% tidak setuju, 10,10% sangat tidak setuju, 1,85% tidak berpendapat.

Sementara berdasarkan laporan tim kajian, ada 14 kecamatan yang akan masuk dalam Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) diantaranya Kecamatan Blanakan, Ciasem, Legonkulon, Pamanukan,Patokbeusi, Sukasari, Pusaka jaya, Pusakanagara, Cikaum, Tambakdahan, Binong, Compreng, Pabuaran, dan Purwadadi.

Dari luas wilayah dan persebaran penduduk kecamatan Ciasem memiliki wilayah paling luas dan paling banyak penduduknya, dengan luas 110,04 km2 berpenduduk sebanyak 114.942 jiwa, namun tingkat kepadatan penduduk tertinggi berada di kecamatan Pamanukan yaitu sebesar1836,36 jiwa/km2

Keinginan masyarakat Pantura untuk memisahkan diri dari Kabupaten induk bukan terjadi kali ini saja. Belasan tahun sebelumnya, desakan ini disuarakan dan sepat dilakukan kajian. Namun upaya itu kandas karena dianggap belum layak



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Helikopter NASA Akhirnya Sukses Melenggang di Planet Mars https://t.co/l36ZXriQeI
Asia Bakal Jadi Tempat Pengungsian Warga Dunia, Mengapa? https://t.co/UdMzGb5jjm
Empat Tahun Melangkah, AMSI Komitmen Wujudkan Ekosistem Digital yang Sehat https://t.co/vhuuY6IbU6
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter