FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Penegakan PPKM, Presiden Minta Tak Ada Lagi Kekerasan ke Pedagang



SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Presiden Joko Widodo meminta aparat yang bertugas dalam penyekatan dan pengendalian mobilitas masyarakat di masa selama masa PPKM Darurat tidak bersikap keras dan kasar, baik kepada masyarakat maupun para pedagang. Sehingga peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan ini tidak lagi terulang.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam Ratas Evaluasi PPKM Darurat di Istana Merdeka, Jumat (16/2021), dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden seperti dikutip dari CNBCIndonesia.com

"Saya minta kepada Polri dan juga nanti Mendagri kepada (pemerintah) daerah, agar jangan keras dan kasar, (tetapi harus) tegas dan santun. Tapi sosialisasi memberikan ajakan-ajakan, sambil membagi beras, itu mungkin bisa sampai pesannya," kata Jokowi.

Dia mencontohkan peristiwa antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang memukul pedagang di Sulawesi Selatan tidak lagi perlu terjadi. Sebab tindakan tersebut bisa memanaskan kondisi saat ini.

"Saya kira peristiwa-peristiwa yang ada di Sulawesi Selatan, misalnya Satpol PP memukul pemilik warung, apalagi ibu-ibu, ini untuk rakyat menjadi memanaskan suasana," tegasnya.
Pilihan Redaksi

Sebelumnya, kebijakan PPKM Darurat dan PPKM Mikro di berbagai wilayah di Indonesia menimbulkan masalah dalam penerapan di lapangan

Dalam 13 hari penerapan kebijakan pengendalian masyarakat kerap ditemui cara-cara aparat keamanan yang cenderung arogan terhadap masyarakat.

Kejadian terakhir adalah dugaan penganiayaan oleh personel Satpol PP kepada seorang ibu hamil yang merupakan pemilik warung kopi, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dikutip dari CNNIndonesia.com, kejadian bermula saat aparat melakukan patroli PPKM.

Para petugas mendapati sebuah warkop masih terbuka lalu menghampiri pemilik warkop. Namun, tiba-tiba terjadi cekcok hingga petugas yang belum diketahui identitasnya langsung memukul pemilik warkop dan juga istrinya.

Dugaan penganiayaan tersebut sempat direkam oleh korban. Video diunggah melalui siaran langsung di media sosialnya. Video ini viral di media sosial.

Di Semarang aparat Satpol PP menyemprotkan air dari mobil pemadam kebakaran kepada pedagang kaki lima pada 5 Juli 2021. Cara ini dinilai Walikota Semarang Hendrar Prihadi kontra produktif dan tidak mendapat simpati.

"Saya tegur Kepala Satpol PP, karena Satpol PP secara terang-terangan menyemprot warung-warung yang masih berjualan. Saya rasa masih banyak cara yang bisa kita lakukan, supaya kemudian semua bisa nurut dengan aturan," ujar Hendi, sapaan dari Hendrar Prihadi, seperti dikutip dari detikcom.

 



photo ilustrasi (net/ist)


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kenali Mitos-Mitos Seputar Kontrasepsi yang Tidak Boleh Anda Percaya https://t.co/ipPKujbNKu
Tiga Pejabat Posisi Vital di Lingkungan Pemkab Subang Pensiun https://t.co/4I5brX59KS
Jose Mourinho Kritik Kinerja Wasit Saat Roma Takluk dari Lazio https://t.co/P45dzDT5d6
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter