Pemerintahan

Gaslah Resmi Diluncurkan Pemkot Bandung, Fokuskan Pengolahan Sampah Langsung dari Warga

×

Gaslah Resmi Diluncurkan Pemkot Bandung, Fokuskan Pengolahan Sampah Langsung dari Warga

Sebarkan artikel ini
Petugas Gaslah. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) sebagai upaya strategis mengatasi krisis pengelolaan sampah. Program ini melibatkan 1.596 petugas dengan skema satu petugas untuk satu RW di seluruh wilayah Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, peluncuran Gaslah dilakukan di tengah kondisi darurat sampah, menyusul larangan operasional insinerator oleh Kementerian Lingkungan Hidup. “Saat ini kita menghadapi krisis pengolahan sampah, sehingga fokus utama diarahkan pada pemilahan sejak dari sumber,” ujar Farhan di Alun-alun Ujungberung, seperti yang dimuat di laman MetroTV News, Dikutip Selasa (27/1/2026).

Petugas Gaslah bertugas memastikan pemilahan sampah dilakukan di tingkat rumah tangga. Setiap pagi, mereka mendatangi rumah warga untuk memastikan sampah telah dipisahkan antara organik dan nonorganik. Sampah organik selanjutnya diolah di fasilitas yang dikelola kelurahan.

Pemkot Bandung menargetkan setiap RW mampu mengolah 25 kilogram sampah organik per hari. Dengan rata-rata 10 RW per kelurahan, sedikitnya 250 kilogram sampah organik diolah setiap hari di tingkat kelurahan. Adapun sampah nonorganik akan diangkut ke TPS, dengan pengelolaannya menjadi tanggung jawab paguyuban camat agar proses pengangkutan berjalan tertib.

Farhan menegaskan, kondisi TPA Sarimukti saat ini berada pada tahap kritis. Karena itu, Pemkot memprioritaskan pengolahan sampah dari sumbernya. “Gaslah bukan sekadar program angkut sampah, tetapi upaya mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat agar pengelolaan sampah berhenti di level RW,” tegasnya.

Sumber: MetroTV News