“Kita hidup dalam era disrupsi yang penuh perubahan. Oleh karena itu, kita harus memiliki pendekatan yang tepat dalam menghadapinya,” ungkapnya.
Karena itu, untuk menghadapi disrupsi ini menurut Emil jangan kagetan dengan sebuah perubahan.
Kemudian, kata Emil, media harus siap-siap beradaptasi dengan segala perubahan agar menjadi pemenang.
“Saya sebagai pemimpin setiap hari berhadapan dengan masalah. Jadi saya ini kaum generalis, padahal sebelumnya saya spesialis,” tambahnya.
Sementara itu, Emil juga mengumumkan 12 hari ke depan jabatannya akan berakhir sebagai Gubernur Jabar. Selama 5 tahun ini, pihaknya mampu meraih 548 perhargaan.
Hal itu, lanjutnya, menggambarkan adanya 548 perubahan selama ia memimpin. Karena itu, ia harap media untuk tidak defensif terhadap disrupsi digital.