Pemerintahan

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Buka Peluang BBM Nonsubsidi Kembali Turun

×

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Buka Peluang BBM Nonsubsidi Kembali Turun

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Pemerintah merespons penurunan harga minyak mentah dunia yang kembali bergerak di kisaran 70 dolar Amerika Serikat per barel. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke arah yang lebih rendah dalam waktu mendatang.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menegaskan bahwa mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi di Indonesia mengacu pada harga keekonomian. Dengan demikian, perubahan harga minyak dunia akan berdampak langsung terhadap harga jual BBM nonsubsidi di dalam negeri.

“Apakah bisa turun (harganya)? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, harga BBM nonsubsidi juga akan turun,” ujar Dwi di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, prinsip tersebut berlaku dua arah. Ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, harga BBM nonsubsidi juga berpotensi naik karena mengikuti perhitungan biaya keekonomian yang berlaku.

Penurunan harga minyak dunia kali ini dipicu oleh perkembangan geopolitik internasional, khususnya rencana pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Namun, membaiknya situasi mendorong harga minyak kembali terkoreksi hingga berada di kisaran 70 dolar AS per barel.

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya sempat menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Meski demikian, penyesuaian harga akhirnya dilakukan. Pada 10 Juni 2026, PT Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

Untuk BBM bersubsidi dan elpiji subsidi, pemerintah memastikan tidak akan melakukan kenaikan harga hingga akhir tahun 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan perlindungan bagi kelompok rentan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah berkomitmen mempertahankan harga energi bersubsidi agar tetap terjangkau.

“Urusan BBM subsidi, Elpiji subsidi, insyaallah doakan tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember 2026,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Kebijakan menjaga harga energi bersubsidi tersebut diharapkan dapat menjadi penyangga konsumsi rumah tangga di tengah dinamika harga energi global yang masih dipengaruhi perkembangan geopolitik dan kondisi pasokan internasional.

Sumber: KOMPAS