SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Lonjakan pasien yang memadati Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Subang memantik perhatian langsung Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP. Sabtu (27/12/2025), orang nomor satu di Kabupaten Subang itu turun langsung mengecek kondisi lapangan.
Bupati yang akrab disapa Kang Rey menyusuri area IGD, ruang tunggu, hingga sejumlah ruang yang sementara dialihfungsikan untuk pelayanan darurat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh pasien tetap mendapatkan layanan kesehatan meski rumah sakit tengah berada dalam tekanan kapasitas.
“Kami mendapat laporan IGD penuh. Maka harus dilihat langsung kondisinya, supaya bisa segera dicarikan solusi dan penanganan pasien bisa lebih cepat,” ujar Kang Rey di sela peninjauan.
Menurutnya, kondisi darurat seperti ini menuntut respons cepat dan pengambilan keputusan yang adaptif. Ia menegaskan pelayanan publik, khususnya kesehatan, tidak boleh tersendat meski dalam situasi keterbatasan.
Selain mengecek layanan kegawatdaruratan, Kang Rey juga memantau langsung proses uji kompetensi dalam tahapan open bidding jabatan di lingkungan RSUD Subang. Ia memastikan proses seleksi tetap berjalan profesional di tengah situasi pelayanan yang padat.
“Tadi sekalian kita lihat proses tes open bidding yang sedang berlangsung. Ini penting, karena kualitas manajemen rumah sakit sangat berpengaruh pada layanan ke masyarakat,” tuturnya.
Kang Rey mendorong manajemen RSUD Subang untuk terus melakukan pembenahan, meningkatkan kecepatan layanan, serta memperkuat sistem respons darurat agar kejadian serupa dapat ditangani lebih optimal ke depan.
“Saya berharap RSUD Subang terus berbenah, lebih responsif, lebih cepat mengambil langkah, dan semakin ngabret dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Subang, dr. Ahmad Nasuhi, mengungkapkan bahwa lonjakan pasien dalam beberapa hari terakhir jauh melampaui kapasitas ideal UGD.
“Dari kapasitas normal sekitar 40 pasien, jumlahnya sempat mencapai 134 orang. Hari ini sampai pukul 11.00 WIB saja sudah 113 pasien yang kami tangani,” kata dr. Ahmad Nasuhi.
Ia menjelaskan, lonjakan pasien sebenarnya sudah terjadi sejak awal Januari, namun eskalasinya meningkat tajam dalam empat hari terakhir.
Akibat keterbatasan ruang, RSUD Subang terpaksa menerapkan skema penanganan darurat dengan memanfaatkan area lobi dan ruang tunggu sebagai ruang perawatan sementara.
“Ini bukan kondisi ideal, tetapi keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama. Semua tetap kami tangani sesuai standar medis yang ada,” ujarnya.
Untuk merespons kondisi tersebut, manajemen RSUD Subang menambah kapasitas tempat tidur secara signifikan. Selain pengadaan internal, bantuan juga datang dari berbagai instansi.
“Kami menambah sekitar 35 sofa bed dan lebih dari 40 pleg bed. Bantuan ini berasal dari BPBD, Kodim 0605 Subang, dan PMI Kabupaten Subang,” jelasnya.
Tak hanya fasilitas, penguatan juga dilakukan pada sisi sumber daya manusia dengan penambahan tenaga kesehatan di setiap shift guna menjaga kualitas pelayanan di tengah lonjakan pasien.





