Majalengka, TINTAHIJAU.com – Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kabupaten Majalengka sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai Rp3,36 triliun.
Capaian tersebut dihimpun dari 2.198 Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang masuk selama periode pelaporan tahun 2025.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menilai angka tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Majalengka.
“Masuknya investasi sebesar Rp3,36 triliun menunjukkan bahwa Majalengka semakin kompetitif. Ini sejalan dengan semangat pembangunan Majalengka Langkung Sae, di mana pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Eman, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Majalengka tidak hanya berorientasi pada besaran nilai investasi, tetapi juga pada kualitas investasi serta dampaknya bagi pembangunan daerah.
“Kami mendorong investasi yang mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkuat sektor-sektor strategis. Pemerintah daerah hadir untuk memberikan kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif,” jelasnya.
Menurut Eman, sejumlah faktor pendukung seperti ketersediaan infrastruktur, keberadaan kawasan industri, serta Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadi daya tarik utama bagi investor untuk menanamkan modal di Majalengka.
“Harapannya, investasi yang masuk tidak hanya besar secara nilai, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Majalengka,” pungkasnya.





