SUBANG, TINTAHIJAU.com – Resmi dilantik sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar menegaskan perubahan nomenklatur dari BP4D menjadi Bapperida bukan sekadar pergantian nama.
Transformasi tersebut menjadi momentum memperkuat perencanaan pembangunan daerah yang berbasis data, riset, dan inovasi.
Iwan dilantik langsung oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita di Halaman Museum Wisma Karya Subang, Jumat (3/7/2026). Bersamaan dengan itu, sejumlah pejabat struktural Bapperida juga turut dilantik untuk melengkapi struktur organisasi perangkat daerah yang baru.
Menurut Iwan, proses perubahan BP4D menjadi Bapperida telah dipersiapkan sejak tahun lalu melalui penyusunan berbagai regulasi, mulai dari perubahan Peraturan Daerah tentang perangkat daerah hingga Peraturan Bupati yang mengatur tugas pokok dan fungsi Bapperida.
“Transformasi ini sudah kami siapkan sejak tahun lalu. Jadi bukan perubahan yang tiba-tiba, tetapi melalui proses penyesuaian regulasi agar Bapperida dapat menjalankan tugasnya secara optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fungsi penelitian sebenarnya telah lama dijalankan melalui bidang penelitian dan pengembangan (litbang) saat masih bernama BP4D. Perubahan menjadi Bapperida semakin mempertegas posisi riset sebagai fondasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Sesungguhnya kegiatan riset sudah kami jalankan sejak beberapa tahun terakhir melalui fungsi litbang. Saat ini pun terdapat sejumlah riset kompetitif yang sedang berlangsung, termasuk penelitian mengenai Hari Jadi Subang. Kehadiran Bapperida semakin menegaskan komitmen agar setiap proses perencanaan pembangunan benar-benar berbasis bukti, didukung data yang valid, akurat, serta hasil penelitian yang berkualitas, sehingga kebijakan dan program yang dituangkan dalam APBD mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Subang,” kata Iwan.
Ia mengakui, salah satu tantangan yang dihadapi Bapperida adalah keterbatasan sumber daya peneliti di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Karena itu, Bapperida akan memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, komunitas, insan pers, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar riset dan inovasi benar-benar menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Iwan berharap, dengan struktur organisasi yang baru, Bapperida mampu menjadi pusat lahirnya kebijakan pembangunan yang lebih terukur, adaptif, dan berbasis evidence. Melalui pendekatan tersebut, setiap program pemerintah diharapkan semakin efektif, efisien, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Subang.
Dalam pelantikan tersebut, selain Iwan Syahrul Anwar sebagai Kepala Bapperida, Bupati Subang juga melantik Saanah Yulia sebagai Sekretaris Bapperida, serta enam pejabat lainnya yang mengisi jabatan kepala bidang dan kepala subbagian di lingkungan Bapperida.
Struktur baru ini diharapkan mampu memperkuat peran Bapperida sebagai motor perencanaan pembangunan, riset, dan inovasi di Kabupaten Subang.




