Jadi Daerah Inflasi Tertinggi, Pj Bupati Subang: Tolong Gerakkan Tanam dan Ternak

SUBANG, TINTAHIJAU.com  – Pada Januari 2024 terjadi inflasi secara tahunan  (year on year/YoY) Provinsi Jawa Barat sebesar 3,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,76.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Subang sebesar 4,90 persen dengan IHK sebesar 108,37 dan terendah terjadi di Kota Bandung sebesar 1,90 persen dengan IHK sebesar 105,00.

Menyikapi soal ini, Penjabat (Pj) Bupati Subang Dr. Imran, saat melakukan kunjungan ke 30 Kecamatan menegaskan salah satu tugasnya di Kabupaten Subang sebagai Pj. Bupati, yakni untuk menjaga inflasi. Dirinya menyatakan, dengan kekayaan alam yang ada di Subang, seharusnya inflasi tidak terjadi.

“Subang itu kumplit, ada wilayah lain yang gak punya laut, gak punya gunung, makannya ini saya heran, mungkin kita lupa kebutuhan kita, kita jual padi, tapi beli beras. Ini harus kita ubah, ” kata Imran

Dr. Imran juga mengajak untuk menggiatkan gerakan tanam dan ternak untuk sedikitnya menekan inflasi, karena dengan cara yang sederhana, dapat membantu mencukupi komoditas pangan yang dibutuhkan keluarga. “Tolong gerakan tanam dan ternak, kecil kecilan, ” imbuhnya

Baca Juga:  Pemkab Purwakarta Kembali Kirim Ratusan Paket Sembako Warga Terdampak Armada Sampah

Selanjutnya, Dr. Imran juga menjelaskan tugas lainnya yakni mengurangi kemiskinan ekstrem. Dirinya menyatakan bahwa kemiskinan ekstrem tidak bisa diselesaikan tanpa adanya intervensi, dan oleh karena itu, dirinya berharap data terkait Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus tepat sasaran.

“Kemiskinan ekstrem tidak bisa kita selesaikan tanpa intervensi. Tanpa ada bantuan itu tidak bisa. Saya minta PKH tolong datanya diperbaiki khususnya itu tentang kemiskinan ekstrem,” katanya

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Marsudijono dalam konferensi pers mengatakan, inflasi y on y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,51 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,26 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,30 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,98 persen.

Baca Juga:  Pamit Undur Diri, Ini Pesan H Ruhimat untuk ASN Subang

Kemudian kelompok kesehatan sebesar 2,69 persen; kelompok transportasi sebesar 0,62 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 4,16 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,39 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,51 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,82 persen.

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen,” kata Marsudijono di Kota Bandung, Kamis (1/2/2024).

Tingkat inflasi month to month dan tingkat inflasi year to date Jabar bulan Januari 2024 masing-masing sebesar 0,15 persen.

Sementara itu BPS mencatat neraca perdagangan Desember 2023 Jabar mengalami surplus dari sisi nilai sebesar 1,80 miliar dolar AS.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: red.tintahijau@gmail.com