Usai pemaparan dari CEO PT GDA, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara PT GDA yang dan direktur Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB) Drs. Supomo, Ak., MM.
Dalam arahannya, Menteri KOPUMKM Drs. Teten Masduki mengapresiasi hadirnya PT GDA dalam memperkuat industri pengolahan susu di tanah air, dan meningkatkan produktivitas petani di Indonesia.
Teten mengungkapkan industri pengolah susu sejalan dengan pemerintah, dalam pengembangan Koperasi dan usaha kecil menengah di Indonesia sebagian besar harus terhubung dengan supply chain Industri.
Teten menjelaskan, Kemenkop-UKM memiliki pembiayaan yang bisa mengintegrasikan KUR cluster dan LPDB Koperasi. Dirinya menyatakan sudah ada piloting model kerja sama tersebut.
“Hari ini saya senang sekali GDA dengan kami membangun kerja sama untuk memperkuat koperasi para petani sapi perah. Ada 2 hal yang bisa dikerjasamakan, yang pertama para petani dapat men-supply kebutuhan 50% pakan sapi perah yaitu silase jagung, sapi itu memakan dengan batangnya, jadi panen tidak harus menunggu lama dan penanaman bisa lebih padat,” paparnya
” Ini bisa dimitrakan dengan masyarakat Subang. Yang kedua, bisa juga Kerjasama dengan penyediaan bibit sapi unggul. Saya sudah keliling Indonesia, produksi sapi perah hanya 15-16 liter per hari, pembiayaan nya bisa dari KUR cluster yang 1 orangnya bisa mencapai 500 juta rupiah, peternak kecil yang mempunyai sapi 6-9 ekor pun bisa mendapat pembiayaan,” imbuh Teten.
Teten menyoroti tentang pengolahan susu di Indonesia, dirinya menyatakan produktivitas susu sapi sedang ditingkatkan dengan pemodalan bagi peternak dan kerja sama dengan pihak industri.
“Saya juga berkepentingan untuk memperkuat industri pengolahan susu di tanah air, yang juga komitmen untuk meningkatkan produktivitas petani. Belum lama ini saya bernegosiasi dengan beberapa industri pengolahan susu di luar negeri, bagaimana caranya meningkatkan produktivitas susu. Saya pun sempat terpikir untuk membangun peternakan untuk menciptakan sapi bibit unggul, untuk supply ke para peternak, dan saya sangat mengapresiasi Langkah kerja sama PT GDA dengan LPDB” Puji Teten.
Teten mengajak Bupati Subang mengolah lahan perhutani yang tidak aktif di Subang untuk penanaman jagung.
“Pak Bupati, siap ya? Kita punya pembiayaan KUR on farm, dengan bunga 6%. Kami juga sedang menggagas KUR alsintan, jadi nanti kalau mau bangun kandang kita bisa support sampai 2 Milyar dengan bunga 2%. Kemitraan ini yang kita harapkan dapat meningkatkan industri susu nasional. Terlebih dengan pola konsumsi kaum menengah yang meningkat, dulu saya makan surabi pakai oncom, sekarang surabi ada pakai susu dan keju. Saat ini konsumsi susu, keju, cokelat kopi meningkat” Kelakar Teten saat menutup sambutannya.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Dinas KUK) Provinsi Jawa Barat, jajaran KemenkopUKM RI, Kepala Dinas Pertanian, Kepala DKUPP, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, Camat Dawuan dan forkopimcam Kecamatan Dawuan.