Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Latihan Kesiapsiagaan II Kodau I “Reksa Siaga” Tahun Anggaran 2026 di Lanud Sugiri Sukani, Jumat (12/6/2026), tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan militer, tetapi juga berubah menjadi ruang edukasi terbuka bagi ribuan masyarakat Majalengka.
Warga yang hadir tidak sekadar menyaksikan atraksi, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata bagaimana TNI Angkatan Udara bergerak cepat dalam situasi darurat, khususnya penanggulangan bencana alam.
Berbagai simulasi diperagakan secara langsung, mulai dari penerjunan logistik menggunakan metode Container Delivery System (CDS) dan Helibox dari pesawat CN-295, hingga simulasi evakuasi medis udara (PMU) bagi pasien kritis.
Masyarakat juga diperlihatkan teknik penyelamatan seperti rappeling dan hoist menggunakan helikopter NAS-332.Atraksi terjun bebas prajurit Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) serta Paramotor Air Show turut menarik perhatian warga. Namun di balik hiburan tersebut, terselip pesan penting mengenai kesiapsiagaan, kecepatan respons, dan koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat.
Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo menegaskan bahwa latihan ini memang dirancang tidak hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat.
“Melalui latihan ini, masyarakat bisa memahami bagaimana proses penanganan bencana dilakukan, mulai dari distribusi bantuan hingga evakuasi korban secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, luasnya wilayah tanggung jawab Kodau I menuntut kesiapan maksimal, sehingga sinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi hal yang sangat penting.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menilai kegiatan ini memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain hiburan, warga mendapatkan wawasan baru tentang peran strategis TNI AU dalam situasi darurat.“Ini bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan. Masyarakat jadi lebih paham bagaimana penanganan bencana dilakukan,” katanya.
Antusiasme warga semakin terlihat saat sesi static show alutsista. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat lebih dekat peralatan TNI AU, bahkan berinteraksi langsung dengan prajurit.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan juga diisi dengan pembagian bantuan sembako kepada masyarakat. Hal ini semakin memperkuat kesan bahwa kehadiran TNI AU tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga kemanusiaan.
Melalui latihan “Reksa Siaga”, TNI AU tidak hanya menunjukkan kesiapan operasional, tetapi juga membangun kesadaran publik akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.





