FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Belasan Tahun Subang Nihil Piala Adipura



"Kabupaten Subang itu terakhir dapat piala Adipura itu pada zaman Orde Baru, sampai sekarang belum dapat lagi," kata Kepala Dinas Tata Ruang Permukiman dan Kebersihan (Distarkimsih), Sumasna.

Piala Adipura akan digelar pada triwulan pertama 2014. Sayangnya, Pemkab Subang tidak menyiapkan secara khusus terkait itu. Sumasna mengatakan, Pemkab tidak menganggarkan khusus. "Kita tidak menyiapkan anggaran khusus, sebab anggarannya sudah disebar untuk kegiatan di lima pos. Tapi, kami tetap akan optimalkan penanganan kelima titik tersebut," katanya.

Sumasna lima titik yang menjadi sasaranpenilaian Adipura, diantaranya saluran air (drainase), penanganan sampah, penataan pedagang kaki lima (PKL) dan ruang terbuka hijau (RTH) semisal keberadaan taman maupun hutan kota. Dari kelima spot tersebut, yang termasuk paling kritis dan mendesak penanganannya adalah persoalan sampah dan PKL. Untuk itu, pihaknya akan fokus mengoptimalkan penanganan sampah. “Keberadaan TPA sampah yang memadai ini jadi penentu peraihan Adipura, kita akan fokus di situ,” tuturnya.

Soal sampah, di kabupaten Subang masih menjadi persoalan. Di daerah pantura misalnya, hingga saat ini wilayah Pamanukan belum memiliki TPA. Warga setempat membuang sampah di titik-titik tertentu saja. Kondisi itu, mengakibatkan daerah Pamanukan terlihat kumuh dan menimbulkan bau tak sedap.

Pemerintah, kata Sumasna, sebenarnya sudah berupaya untuk membangun TPA di sana. Hanya saja, soal lokasi, belum mencapai kata sepakat dengan warga. Terlepas siap atau tidak, pengumuman resmi penghargaan piala Adipura baru akan dilakukan pada triwulan pertama 2014 mendatang. Penilaian spot (titik) yang menjadi target Adipura sudah mulai dilaksanakan oleh Tim Penilai. Penilaiannya dilakukan Tim secara diam-diam.

Pegiat Pusat Kajian Otonomi Daerah (Puskoda) Subang, Yaya Sudarya mengatakan status otonomi daerah, belum betul-betul terwujud di Subang. Pembangunan berbasis kemandirian (digerakkan oleh daerah) sejauh ini baru menjadi instrumen. Penilaian itu ditandai dengan nihilnya Piala Adipura.

"Kriterianya sudah jelas. Artinya ketika Subang gagal memperoleh Adipura, bukti jika lima bidang itu di Kabupaten Subang belum dibenahi. Karena semangat otda baru berupa instrumen, sehingga kemandirian pembangunan daerah belum sepenuhnya diperjuangkan," jelas Yaya. [Warlan putra | @warlanPutra]

 



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Seminar AMSI: Media Siber Sehat Garda Terdepan Lawan Informasi Hoax https://t.co/emO9iIo6Ox
Pria Timur Tengah yang Siksa Istri dengan Air Keras di Cianjur Diduga Psikopat, Akan Dites Kejiwaan https://t.co/Rd5Aznd1e7
Apreisasi Eksistensi AMSI, Wagub Jabar: Pemerintah dan Pers Harus Berkolaborasi https://t.co/WfIOWFlBJA
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter