FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Disdik Pangandaran Tegur Oknum Guru Penganiaya Siswa




"Saya sudah melakukan teguran dan pembinaan terhadap guru tersebut agar peristiwa kekerasan terhadap siswa tidak terjadi kembali di kemudian hari, untuk kedepannya, apapun alasannya melakukan pembinaan terhadap siswa dengan cara kekerasan, tidak dapat dibenarkan,” kata Plt. Kadisdikbudpora Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena kepada TINTAHIJAU.com, Jumat (13/12/2013).

Nana Ruhena mengaku kaget mendengar pemberitaan oknum guru berinisial AL yang diduga melakukan aksi penganiayaan kepada Indra Maulana. Pihaknya langsung melakukan klarifikasi terhadap oknum guru AL dan kepala Sekolah, Lela Puspitasari "Berdasarkan keterangan dari AL dan Kepala SMK Tunas Briliant Parigi, masalah yang sebetulnya itu  guru tersebut melerai perkelahian antara Indra (korban) dengan temannya Ega. Dan ketika AL melakukan pembinaan terhadap siswa tersebut, siswanya dalam keadaan mabuk dan menantang guru sehingga AL emosi hingga akhirnya menampar Indra,"jelasnya

Soal Indra mengalami luka lebam hingga babak belur, terang Nana, wajah Indra babak belur bukan karena tamparan AL, tapi akibat perkelahian antara Indra dan Ega. "Berdasarkan pengakuan guru tersebut, Indra mengalami luka parah akibat perkelahian dengan temannya. Bahkan setelah ditampar oleh gurunya pun, Indra kembali berkelahi di luar sekolah dengan temannya. Kalau mendengar pengakuan dari guru yang bersangkutan, dalam kasus ini tidak ada penganiayaan berat, hanya menampar satu kali saja,” tambahnya.

kasus itu kini sedang dalam proses pihak kepolisian. keluarga korban Indra melaporkan peristiwa yang dialami putranya itu ke pihak kepolisian. menanggapi soal ini Nana mengaku pihaknya tidak akan ikut campur dalam ranah hukum. Karena hal itu sudah kewenangan polisi.

Sementara Ketua Yayasan SMK Tunas Briliant Parigi, Kabupaten Pangandaran, Djajusman mengakui adanya penamparan yang dilakukan oleh guru yang mengajar di Yayasan yang dia pimpin terhadap siswa tersebut. Namun, peristiwa yang sebenarnya tidak separah seperti yang diopinikan oleh beberapa media saat ini. “Kasus yang sebenarnya itu siswa hanya ditampar satu kali oleh AL. Karena ketika ditampar yang kedua kalinya anak itu malawan dengan menangkis tangan guru tersebut,” katanya.

Meski demikian, Djajusman menyayangkan sikap orang tua korban, Jalil yang melaporkan kasus, yang menurutnya sepele ke pihak kepolisian. “ Dia (Jalil) sebenarnya masih ada ikatan tali saudara dengan saya. Mestinya, sebelum melapor kepolisi, kan bisa duduk bersama dulu untuk diselesaikan secara musyawarah dan masih bisa dibicarakan dan mencari jalan keluarnya. Jika sudah seperti ini, ya kami dari pihak sekolah berharap agar semuanya cepat selesai dan kembali seperti semula,” harap DjaJusman.

Lebih jauh Djayusman menjelaskan antara pihak orang tua siswa dengan oknum guru tersebut sebenarnya sudah melakukan islah yang dibuktikan dengan surat perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di atas materai. “Surat perjanjian islah itu sudah kami serahkan ke pihak kepolisian,“ pungkasnya. [Andriansyah]

 

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini



 



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Seminar AMSI: Media Siber Sehat Garda Terdepan Lawan Informasi Hoax https://t.co/emO9iIo6Ox
Pria Timur Tengah yang Siksa Istri dengan Air Keras di Cianjur Diduga Psikopat, Akan Dites Kejiwaan https://t.co/Rd5Aznd1e7
Apreisasi Eksistensi AMSI, Wagub Jabar: Pemerintah dan Pers Harus Berkolaborasi https://t.co/WfIOWFlBJA
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter