FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Reses DPR RI Belum Sentuh Kebutuhan Warga Pesisir



Kiritik itu disampaikan Nurwibowo terkait banjir yang melanda 13 Kecamatan di Kabupaten Subang beberapa pekan lalu. Menurut Bowo, sejauh ini kegiatan reses anggota DPR RI hanya menyambangi konstituen yang dijadikan komoditi politik semata. Sementara yang berkaitan soal kondisi fasilitas di daerah pemilihannya, kata Bowo, dianggap tidak penting.

"Budaya kita itu hanya bicara bencana saja, tapi mereka tidak mengerti soal kewenangan atau status sungai, bagaimana mereka kasih solusi soal banjir. Padahal ini kan bencana tahunan, yang sudah diketahui," tegas Nurwibowo.

Di Subang, kata Nurwibowo, ada empat aliran sungai yang kewenangannya di pusat atau BBWS. Keempat sungai itu adalah sewo, cigadung, ciasem, dan cipungara. Dan setiap kali banjir itu, penyebabnya keempat sungai itu tidak mampu menampung air. "Anggota DPR RI itu ada sembilan orang, kalau mereka bener-bener mau kerja untuk rakyat, banjir itu bisa diatasi. Minta ke Kementerian PU untuk datangkan becho, keruk semua sungai," tegasnya.

Selama ini, jika terjadi bencana, pemerintah kabupaten menjadi kambing hitam untuk disalahkan. Padahal menurut dia, status sungai itu ada di pusat, dan banjir yang terjadi di pantura Subang itu hampir setiap tahun. "Reses mereka itu belum menyentuh kebutuhan dasar warga di pesisir pantura. Kalau banjir, mereka baru tebar pesona. Kalau pusat tidak mampu, serahkan saja ke daerah untuk mengurusi itu," tansasnya.

Sampai saat ini kerugian akibat banjir di Pantura Subang ditaksir mencapai Rp200 miliar. Hal tersebut bisa bertambah karena dibeberapa kecamatan sampai saat ini masih ada yang tergenang banjir. Banjir yang melanda sebagian wilayah Pantura Subang sampai saat ini tercatat merendam 13 Kecamatan, 109 desa dan membuat 39.756 KK harus rela rumahnya terendam akibat banjir. Jumlah pengungsi juga tercatat mencapai 40.006 jiwa dengan total lokasi pengungsi sebanyak 58 titik.



Selain itu juga banjir menenggelamkan sedikitnya 12.960 hektar sawah dan 3.120 kolam/tambak serta merusak sedikit 2.437 bangunan pasilitas umum, seperti sekolah, tempat ibadah dan lain-lain. "Kerugian total yang diakibatkan banjir sampai saat ini mencapai Rp200 miliar, sampai saat ini kita masih melakukan inventarisir," kata kepala Satkorlak Bencana Kabupaten Subang, Abdurakhman, Sabtu (1/2/2014). [annas nashrullah l @annas_nsh]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini



Berita lain terkait klik di sini



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Apreisasi Eksistensi AMSI, Wagub Jabar: Pemerintah dan Pers Harus Berkolaborasi https://t.co/WfIOWFlBJA
Perhatian!, Masyarakat yang Hendak Bepergian Saat Libur Nataru Wajib Bawa SKM https://t.co/2n1vzqsvMx
Tak Perlu Risau Bunda, Inilah Makanan yang Dapat Meningkatkan Produksi ASI https://t.co/9HuRIfJXdx
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter