FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Sekolah Ambruk, Gerindra Desak DPRD Panggil Disdik Subang



Tragedi ambruknya atap tiga bangunan kelas SMPN 2 Pabuaran terjadi hanya sekitar setahun setelah bangunan sekolah senilai Rp160 juta dari DAK itu rampung dibangun. Rumor tak sedappun dialamatkan kepada institusi pendidikan. Muncul kecurigan ada permasalahn pada space baja ringan yang roboh tersebut.

Aroma tak sedap itupun tercium anggota DPRD dari Gerindra Andi Lala. Ia mendesak Komisi D yang membawahi Dinas Pendidikan secepatnya mengundang Kepala Disdik Ksudinar untuk mengklarifikasi ter4kait ambruknya atap bnangunan sekolah.

"Kita meminta komisi D DPRD mengundang kepada Disdik Untuk klarifikasi terkait ambruknya atap bangunan sekolah SMPN 2 Pabuaran. Ini harus dilakukan untuk meng-clear-kan rumor yang tidak bagus," kata Andi Lala kepada TINTAHIJAU.com, Kamis (6/2/2014).

Tidak hanya Legislatif, pihak Kejaksaan Negeripun ikut turun tangan. Rabu (5/2/2014) kemarin, tim kejaksaan mendatangi lokasi kejadian untuk lakukan investigasi di lapangan. Investigasi itu dilakukan terkait kesalahan konstruksi tidak termasuk dalam perawatan atau garansi. Namun menurut sumber TINTAHIJAU.com di Kejari, pihak Kejari tidak melanjutkan soal itu karena pada saat yang sama pihak Kepolisian melakukan penyelidikan.

Kepala Disdik Kusdinar mengatakan bangunan yang ambruk merupakan proyek DAK 2012 dengan anggaran Rp160 juta. Kegiatan pembangunan dilakukan swakelola oleh panitia pembangunan sekolah atau P2S. Hanya saja kata Kusdinar, khusus pemasangan baja ringan, dilakukan oleh pihak ketiga. Kudinar siap bertanggung jawab soal ambruknya baja ringan di SMPN 2 Pabuaran. Hanya saja, kapasitas tanggung jawab Disdik, kata Kusdinar, pada kegiatan belajar mengajar.

Sementara soal kualitas pembangunan, terkait dengan perencanaan dan pengawasan di lapangan, Kusdinar mengelak. Ia mengatakan pada pembangunan sekolah senilai Rp120 juta dari DAK 2012 itu ada tim pengawas dari Dinas Tata Ruang, Pemukiman dan Kebersihan (Tarkimsih). "Disdik tanggung jawab, iya. Tapi tanggung jawab dalam hal tertentu misalnya kegiatan belajar mengajar," kata Kusdinar Rabu kemarin. [annas nashrullah l @annas_nsh]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini



Berita lain terkait klik di sini



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Perhatian!, Masyarakat yang Hendak Bepergian Saat Libur Nataru Wajib Bawa SKM https://t.co/2n1vzqsvMx
Tak Perlu Risau Bunda, Inilah Makanan yang Dapat Meningkatkan Produksi ASI https://t.co/9HuRIfJXdx
Ditengah Kebahagiaan Menyambut Kelahiran Buah Hati, Nagita Alami Engap Usai Persalinan https://t.co/GX7WCwWBkf
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter