SUBANG, TINTAHIJAU.com – Konektivitas internet yang masih lemot menjadi salah satu tantangan serius di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi berencana mengambil langkah-langkah konkret dengan merancang kebijakan baru yang fokus pada peningkatan kualitas internet di tanah air.
Menurut data dari Speedtest, kecepatan internet fixed broadband di Indonesia selalu tertinggal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, termasuk Malaysia, Thailand, dan Singapura. Pada Desember 2023, kecepatan internet di Indonesia masih tercatat rendah, yakni sekitar 27,87 Mbps.
Menghadapi permasalahan ini, Menkominfo menegaskan bahwa kecepatan internet harus menjadi perhatian utama pemerintah dalam mendukung optimalisasi transformasi digital. Dalam kunjungan kerjanya ke Balmon SFR Kelas I Palembang, Sumatera Selatan, Menkominfo Budi Arie menyampaikan niatnya untuk mengeluarkan kebijakan yang melarang penyedia layanan internet menjual paket dengan kecepatan di bawah 100 Mbps.
“Internet merupakan kebutuhan pokok. Kenapa masih menjual paket 5 Mbps, 10 Mbps untuk fixed internet broadband? Kenapa tidak langsung menjual 100 Mbps? Makanya, saya akan buat kebijakan untuk mengharuskan mereka menjual fixed internet broadband dengan kecepatan 100 Mbps,” ungkapnya dalam keterangan resmi seperti yang dikutip dari laman Uzone.id.
Langkah ini dianggap sebagai langkah yang sangat penting mengingat internet merupakan kebutuhan pokok dalam era digital ini. Dengan kebijakan ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati kecepatan internet yang lebih tinggi, mendukung produktivitas, dan mengurangi kesenjangan digital.
Untuk merealisasikan rencana ini, Menkominfo berencana untuk mengundang seluruh operator seluler dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai optimalisasi kecepatan internet di Indonesia. Melalui dialog ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang dapat mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.
Internet fixed broadband, yang menggunakan kabel atau koneksi fisik, memiliki peran penting dalam menyediakan akses internet ke rumah atau kantor. Di Indonesia, terdapat beragam operator fixed broadband seperti Biznet, MyRepublic, First Media, dan IndiHome.
Pertanyaan untuk masyarakat adalah, apakah Anda setuju dengan rencana ini? Peningkatan kecepatan internet dapat membawa dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan, namun juga perlu mempertimbangkan aspek teknis dan infrastruktur untuk memastikan kebijakan ini dapat terealisasi dengan baik.
Mari bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas konektivitas internet di Indonesia.





