Mubazir! Pemanfaatan 125 Aplikasi di Pemkab Subang Belum Dioptimalkan

SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Dalam kurun waktu Lima Tahun terkahir ini, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) sudah membuat sekitar 125 aplikasi untuk seluruh OPD di Lingkungan Pemkab Subang.

Kepala Disominfo Subang, Dwinan Marchiawati mengatakan dari 125 aplikasi yang diklaim sebagai inovasi tersebut, 11 diantaranya berada di Diskominfo dan sisanya di OPD, yang masing-masing OPD minimal memiliki 4-5 aplikasu.

“Sekitar 125 aplikasi, semua OPD ada, minimal 4-5 aplikasi. Isinya tentang prOgram mereka, misalnya stunting dan lainnya. Aplikasi ini kan untuk memudahkan layanan ya,” kata winan

Baca Juga:  Pj Bupati Majalengka Minta Pelipatan dan Sortir Surat Suara Pemilu Diawasi Ketat

Sayangnya, dalam prateknya, kata Dwinan, sebagian besar aplikasi tersebut tidak dimanaatkan dan digunakan secara maksimal. Bahkan ada diantaranya, aplikasi itu dibuat hanya untuk syarat dan mengugurkan kewajiban saja

“Ternyata sebagian besar itu tidak digunakan. misalnya begini, di satu OPD inovasinya ini, misalnya aplikasi diklat PIM 3, itu app itu hanya sebagai syarat untuk diklat PIM 3,” terangnya.

Dwinan menerangkan, belum dimanfaatkan secara optimal aplikasi inovasi itu dipicu ada tiga sebab. Ketiganya adalah masalah regulasi, SDM dampak dari adanya rotasi dan mutasi, dan keterbasatan sarana prasarana.

Baca Juga:  Cegah Kenakalan Pelajar, Polisi Edukasi Ratusan Siswa SLTPN 1 Kalijati Subang

Masalah aplikasi ini, juga sempat diingatkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Menurut Dwinan, Gubernur mengingatkan, untuk lebih banyak berkolaborasi dan memaksimalkan aplikasi yang ada ketimbang memperbanyak inovasi

“Kata Gbernur oge, jangan terlalu sering membuat inovasi, tapi banyaklah kolaborasi inovasi yang ada, memanfaatkan inovasi yang sudah ada. nah di Subang, saya lihatnya seperti ini,” tuturnya

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi ini, Dwinan mengaku kerap menyampaikan ini di rapat formal pemerintahan. Dwinan tidak jarang meminta kepala OPD untuk mengevaluasi kepemilikan aplikasi agar dimanfaatkan secara maksimal

Baca Juga:  Kabupaten Subang jadi Daerah dengan Inflasi Tertinggi di Jabar

“Setiap rapat dinas disampaikan, mohon untuk kepala dinas itu tolong mengevaluasi di OPD terkait tentang inovasinya, tapi alhamdulillah sampai sekarang belum ada pengendalian apa-apa,” tambahnya

Meskipun optimalisasipenggunaan atau pemanfaatan aplikasi itu dinilai tidak optimal, namun indeks inovasi daerah/ inovavative government Award 2023 hingga 28 Juli 2023, Kabupaten Subang mengalami kenaikan.

Skor pada 2022 sebesar 58,50 (Inovatif), tahun 2023 ini skor Kabupaten Subang berada di angka 60,49 (Sangat Inovatif) dari target 60,01 (Sangat Inovatif)

 

Reporter: Annas Nashrullah

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: red.tintahijau@gmail.com