Pemerintahan

Nilai Rapor Bukan Segalanya, DPRD Jabar Minta Orang Tua Tetap Apresiasi Perjuangan Anak

×

Nilai Rapor Bukan Segalanya, DPRD Jabar Minta Orang Tua Tetap Apresiasi Perjuangan Anak

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pembagian rapor semester menjadi salah satu momen penting dalam dunia pendidikan sebagai bahan evaluasi hasil belajar siswa. Namun, Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, menegaskan bahwa nilai rapor bukan satu-satunya indikator keberhasilan pendidikan seorang anak.

Menurutnya, rapor memang menjadi bagian dari penilaian prestasi akademik siswa, tetapi hanya mencerminkan sebagian kecil dari keseluruhan proses pendidikan yang dijalani anak di sekolah. Banyak faktor lain yang harus diperhatikan dalam menilai keberhasilan pendidikan, termasuk perkembangan mental, spiritual, karakter, dan kedewasaan berpikir.

“Nilai rapor itu hanya sebagian, bahkan bisa dibilang sebagian kecil dari penilaian keberhasilan pendidikan. Bisa saja saat ujian atau evaluasi pembelajaran ada kondisi tertentu yang membuat anak kurang maksimal dalam menyelesaikan soal atau tugas yang dihadapi,” ujar Encep.

Ia menjelaskan, selain aspek akademik, orang tua juga perlu memperhatikan perkembangan sikap dan karakter anak selama menjalani proses pendidikan. Indikator keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari cara anak berkomunikasi, kemampuan berpikir yang semakin matang, wawasan yang semakin luas, hingga kesiapan menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Kalau anak terlihat semakin dewasa dalam berpikir, komunikasinya semakin baik, wawasannya semakin luas, itu juga menjadi bagian dari keberhasilan pendidikan yang harus diapresiasi,” katanya.

Encep mengingatkan para orang tua agar tidak terlalu kecewa apabila hasil rapor anak belum sesuai harapan. Sebaliknya, orang tua perlu memberikan dukungan dan motivasi agar anak tetap percaya diri serta terus berusaha meningkatkan prestasinya.

“Ketika hasil rapor kurang memuaskan, tetap berikan apresiasi kepada anak. Dorong semangat mereka untuk belajar lebih baik lagi. Jangan sampai anak merasa disalahkan atau kehilangan kepercayaan diri,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam dunia pendidikan dikenal tiga aspek penilaian utama, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan akademik, sementara afektif menyangkut sikap, perilaku, dan pemahaman nilai-nilai moral maupun agama. Adapun psikomotorik berhubungan dengan keterampilan dan kemampuan praktik yang dimiliki siswa.

“Jangan hanya melihat nilai angka di rapor. Bagaimana perilakunya, ibadahnya, kejujurannya, kemampuan bersosialisasi, hingga kesiapan menghadapi tantangan hidup juga merupakan bagian dari keberhasilan pendidikan,” jelas Encep.

Karena itu, ia berharap para orang tua dapat membangun suasana yang positif saat menerima hasil rapor anak. Menurutnya, hal terpenting yang harus ditanamkan adalah semangat belajar, kepercayaan diri, serta nilai kejujuran bahwa setiap hasil yang diperoleh merupakan buah dari perjuangan yang telah dilakukan.

“Yang harus kita bangun adalah semangat anak untuk terus berkembang. Tanamkan kejujuran bahwa semua yang mereka dapatkan adalah hasil perjuangan mereka sendiri. Dari situlah karakter dan mental yang kuat akan terbentuk,” pungkasnya.