MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com – Pemerintah Kabupaten Majalengka merencanakan pembangunan embarkasi haji yang akan berlokasi di kawasan sekitar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Langkah ini diambil sebagai respons atas banyaknya keluhan warga terkait jauhnya jarak antara Bandara Kertajati dan asrama haji yang selama ini berada di Kabupaten Indramayu.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menjelaskan bahwa rencana tersebut telah didiskusikan bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan mendapat dukungan penuh. Bahkan, Gubernur Dedi disebut telah menyampaikan langsung usulan ini kepada Menteri Agama Republik Indonesia.
“Banyak warga mengeluhkan jauhnya asrama haji di Indramayu dari Majalengka. Saya sampaikan ini ke Pak Gubernur dan beliau merespons positif. Bahkan katanya, beliau sudah bicara langsung dengan Pak Menteri Agama,” ujar Eman.
Menurut Eman, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung pembangunan fisik embarkasi haji tersebut. Pembangunan ini dinilai strategis mengingat BIJB Kertajati menjadi bandara keberangkatan utama bagi jemaah haji dari wilayah timur Jawa Barat.
Lokasi Strategis di Kawasan Aero City
Pemkab Majalengka menyatakan telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare yang berlokasi sangat dekat dengan pintu masuk BIJB dan berada dalam koridor pengembangan Aero City. Lahan ini akan dihibahkan oleh pihak swasta yang telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Ada investor yang siap menghibahkan tanah di sekitar Aero City, hanya beberapa menit dari bandara. Ini sangat ideal untuk dijadikan lokasi embarkasi,” jelas Eman.
Kolaborasi dengan pihak swasta ini dinilai penting untuk mempercepat realisasi proyek tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah berharap, kemitraan ini dapat menjadi contoh sinergi antara sektor publik dan swasta dalam mendukung pelayanan keagamaan.
Target Mulai Dibangun Tahun 2026
Jika proses perencanaan dan perizinan berjalan sesuai jadwal, pembangunan embarkasi haji Majalengka ditargetkan bisa dimulai pada tahun 2026. Eman menyatakan optimisme atas target tersebut karena dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat telah diberikan.
Namun demikian, masih ada hal teknis yang perlu dibahas, terutama terkait pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, termasuk dalam hal pengadaan lahan.
“Saya optimis pembangunannya bisa dimulai tahun 2026. Sekarang tinggal proses teknis dan kejelasan kewenangan saja,” pungkas Eman.
Pembangunan embarkasi haji di Majalengka ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi mobilitas jemaah haji, serta memperkuat peran BIJB Kertajati sebagai pusat transportasi udara strategis di Jawa Barat.





