Pemerintahan

Peringatan Keras! Pj Bupati Subang Haramkan 3 Aksi Kenakalan Pelajar; Bullying, Tawuran dan Pembegalan

×

Peringatan Keras! Pj Bupati Subang Haramkan 3 Aksi Kenakalan Pelajar; Bullying, Tawuran dan Pembegalan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pj. Bupati Subang, Imran bertindak tegas terhadap aksi kenalakan pelajar di Kabupaten Subang.menyusul kasus perundungan yang menewaskan siswa kelas 3, SD di Blanakan.

“Dan hari ini saya buktikan itu omongan saya, saya sudah menonaktifkan sementara kepala sekolah, sambil menunggu hasil pemeriksaan, pemberkasan kasus ini,” kata Imran.

Dr. Imran bersikap tegas dengan masalah ini. Dia tidak kompromi dan mentolelir aksi-akse semacam itu. Bahkan, bukan hanya perundungan, Imran mengingatkan jangan ada aksi tawuran, maupun pembegalan yang terjadi di Sekolah Kabupaten Subang.

Jika satu dari tiga tersebut terjadi, Imran memberi pilihan jelas, Kepala Sekolah atau murid yang terlibat yang harus keluar dari sekolah.

“Pada kesempatan ini saya mengimbau, bahwa 3 hal yang sangat saya haramkan itu di Subang, untuk terjadi di sekolah, yang pertama itu bullying atau perundungan, kemudian perkelahian antar pelajar, dan kemudian pembegalan, dan ini saya sudah tegas katakan, kalau 3 hal ini terjadi, tinggal pilih, kepala sekolah yang berhenti, atau anaknya itu yang diusulkan untuk dipindahkan itu, dari sekolah yang ada di Kabupaten Subang,” paparnya

Dia mengatakan kasus Albi mendapat perhatian yang luar biasa di mana pada kesempatan tersebut hadir Menteri PPPA untuk memberi motivasi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk menuntaskan kasus ini.

“Dan pada kesempatan ini tentunya Albi sekarang menjadi perhatian, tidak hanya pada tingkat Kabupaten, tapi menjadi perhatian tingkat nasional. Sehingga Ibu Menteri Pemberdayaan Anak dan Perempuan (Menteri PPA) itu hadir, selain untuk menyemangati kita dari Pemda untuk menyelesaikan kasus ini, juga ingin mengetahui lebih mendalam sebenarnya permasalahan apa yang terjadi di Subang ini,” imbuhnya

Sebelumnya, Dr. Imran berpesan kepada seluruh pihak mulai dari guru, orang tua murid, hingga jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Subang bahwa tanggung jawab dalam mendidik dan membina anak adalah tanggung jawab bersama.

“Fungsi bapak ibu guru disamping pengajar, juga harus menjadi pembina bagi muridnya. Kepada orang tua murid juga. Anda punya tanggung jawab untuk membina anak anda di rumah,” kata Imran

Dr. Imran sangat terpukul dengan kejadian ini karena menurutnya sekolah adalah tempat menciptakan peradaban dan manusia unggul bukan malah menjadi tempat terjadinya perundungan.

“Sekolah fungsinya untuk menciptakan peradaban, bukan kriminal. Untuk menciptakan orang berilmu berakhlak, bukan menciptakan pembunuh, pembully,” imbuhnya

Dr. Imran ingin kejadian serupa tidak pernah terjadi lagi di Kabupaten Subang, dan dirinya menegaskan mendukung penuh langkah hukum yang sedang berjalan.

“Kejadian ini cukup terakhir kali di Subang. Dan saya pasti akan menegakkan hukum kalau sampai terjadi. Semua sudah kita lakukan untuk mencegah, tapi ini tetap terulang. Saya tidak segan-segan menghukum yang terlibat dalam kematian saudara Albi,” tambahnya