SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi mengingatkan seluruh jajarannya agar pendistribusian program seragam sekolah gratis pada tahun ajaran baru 2026 harus dilakukan tepat waktu, tanpa keterlambatan seperti yang terjadi tahun ini.
Penegasan tersebut disampaikan saat launching perdana pembagian seragam gratis untuk siswa baru kelas 1 SD dan SMP di SMP Negeri 2 Pusakanagara, Rabu (tanggal menyesuaikan).
Peluncuran program ditandai dengan penyerahan simbolis seragam sekolah kepada para siswa, serta dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang Heri Sopandi, jajaran pejabat daerah, pihak sekolah, dan orang tua siswa.
Pada tahap awal tahun ini, Pemerintah Kabupaten Subang menyalurkan sekitar 90 ribu potong seragam sekolah bagi siswa baru SD dan SMP negeri di seluruh wilayah Subang.
Bupati Reynaldy mengakui proses produksi seragam sempat mengalami keterlambatan karena besarnya jumlah pesanan.
“Alhamdulillah, walaupun sempat ada kemunduran karena mengerjakan 90 ribu baju itu ternyata cukup lama. Tapi di akhir Desember seragamnya sudah selesai, hanya kemarin terpotong libur Natal dan Tahun Baru, sehingga baru bisa dibagikan sekarang,” ujarnya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh terulang pada tahun ajaran berikutnya.
“Saya sudah instruksikan, jangan sampai ada keterlambatan lagi di tahun ajaran baru 2026. Begitu siswa masuk, seragam harus sudah siap dibagikan,” tegasnya.
Reynaldy memastikan distribusi tahun ini tetap akan dilakukan secara merata dan tepat sasaran ke seluruh sekolah.
“Insya Allah pendistribusian bisa tepat sasaran ke seluruh SD dan SMP yang ada di Kabupaten Subang,” tambahnya.
Selain menyoroti soal ketepatan waktu, Bupati Reynaldy juga memaparkan cita-citanya menjadikan program seragam gratis sebagai kebijakan menyeluruh bagi seluruh siswa SD dan SMP di Subang.
“Target saya, nanti seragam gratis ini bisa menyentuh seluruh siswa SD dan SMP, dari kelas 1 sampai kelas 6 SD, serta kelas 1 sampai kelas 3 SMP,” katanya.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pemerataan dan keadilan di bidang pendidikan.
“Saya tidak ingin ada anak yang minder atau bahkan tidak sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu membeli seragam. Pendidikan harus bisa dirasakan semua anak Subang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Subang Heri Sopandi menjelaskan bahwa bantuan seragam gratis tidak hanya diberikan kepada siswa baru.
“Selain siswa kelas 1, seragam gratis juga diberikan kepada siswa dari keluarga miskin dan anak yatim piatu di jenjang lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga dan menekan angka putus sekolah.





