SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Program pembagian seragam sekolah gratis untuk siswa baru kelas 1 SD dan SMP resmi dimulai di Kabupaten Subang.
Launching perdana digelar di SMP Negeri 2 Pusakanagara, Rabu (15/1/2026) menyesuaikan), dan ditandai dengan penyerahan simbolis oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang Heri Sopandi, jajaran pejabat daerah, pihak sekolah, serta para orang tua siswa.
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Subang menyalurkan sekitar 90 ribu potong seragam sekolah untuk siswa baru jenjang SD dan SMP negeri di seluruh wilayah Subang.
Bupati Reynaldy mengakui proses produksi seragam sempat mengalami keterlambatan karena besarnya jumlah pesanan.
“Alhamdulillah, walaupun sempat ada kemunduran karena mengerjakan 90 ribu baju itu ternyata cukup lama. Tapi di akhir Desember seragamnya sudah selesai, hanya kemarin terpotong libur Natal dan Tahun Baru, sehingga baru bisa dibagikan sekarang,” ujarnya.
Ia berharap distribusi seragam dapat berjalan tepat sasaran dan merata ke seluruh sekolah.
“Insya Allah pendistribusian bisa tepat sasaran ke seluruh SD dan SMP yang ada di Kabupaten Subang,” tambahnya.
Lebih jauh, Reynaldy menegaskan pihaknya telah menginstruksikan jajarannya agar tidak terjadi keterlambatan pada tahun ajaran berikutnya.
“Saya sudah instruksikan, jangan sampai ada keterlambatan lagi di tahun ajaran baru 2026. Begitu siswa masuk, seragam harus sudah siap dibagikan,” tegasnya.
Bupati juga membeberkan cita-citanya agar program seragam gratis dapat diperluas hingga menjangkau seluruh siswa SD dan SMP pada akhir masa kepemimpinannya.
“Target saya, nanti seragam gratis ini bisa menyentuh seluruh siswa SD dan SMP, dari kelas 1 sampai kelas 6 SD, serta kelas 1 sampai kelas 3 SMP,” katanya.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di Subang.
“Saya ingin pemerataan pendidikan tidak hanya dirasakan oleh sebagian masyarakat, tapi seluruh masyarakat Kabupaten Subang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Subang Heri Sopandi menjelaskan bahwa bantuan seragam tidak hanya diperuntukkan bagi siswa kelas 1 SD dan SMP.
“Selain siswa baru, seragam gratis juga diberikan kepada siswa dari keluarga miskin dan anak yatim piatu di jenjang lainnya,” jelas Heri.
Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus menekan angka putus sekolah.
Kepala SMPN 2 Pusakanagara, Asep Wahyudin, menyambut baik kebijakan tersebut. Ia mengaku pihak sekolah dan orang tua siswa merasa terbantu.
“Kami sangat bersyukur dan bahagia. Program ini sangat positif dan berdampak langsung pada dunia pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu,” ungkapnya.
Asep berharap program seragam gratis dapat terus berlanjut dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
“Ini bukan hanya soal seragam, tapi juga tentang menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri siswa,” pungkasnya.





