SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pemerintah Kabupaten Subang mengupayakan percepatan penanganan banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah Pantura Subang.
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat serta pemerintah pusat untuk mempercepat perbaikan infrastruktur pengendali banjir.
“Hari ini kita sedang mengupayakan. Tadi pagi saya sudah menelpon Pak Gubernur, meminta tolong agar dikoordinasikan dengan BBWS Citarum supaya sesegera mungkin tanggul-tanggul yang kondisinya sudah tidak layak segera dibuatkan tanggul yang layak,” ujar Reynaldy, Selasa.
Selain perbaikan tanggul, Pemkab Subang juga mendorong percepatan normalisasi di wilayah pantai, Sungai Cipunagara, serta sungai-sungai lain yang saat ini meluap dan menjadi penyebab banjir.
Menurut Reynaldy, penanganan banjir dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sejak kejadian banjir pertama di wilayah Ciasem.
“Bukan baru hari ini, dari banjir Ciasem pertama dulu kita sudah langsung turun semua stakeholder. Dinas Kesehatan, BPBD, Asisten Daerah, para camat, semua sudah saya koordinasikan,” katanya.
Saat ini, koordinasi juga telah dilakukan dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemkab Subang telah menerima sejumlah bantuan untuk penanganan darurat dan kebutuhan warga terdampak.
“Insya Allah ketiga unsur ini, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, saling kolaborasi agar masyarakat di Pantura bisa mendapatkan kondisi yang lebih layak,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara, banjir merendam delapan kecamatan, yakni Pusakajaya, Pusakanagara, Compreng, Pamanukan, Ciasem, Sukasari, Blanakan, dan Legonkulon. Jumlah warga terdampak mencapai sekitar 8.000 jiwa.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan di lapangan serta menyalurkan bantuan logistik dan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir.





