Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka bersama DPRD Majalengka resmi menetapkan perubahan Hari Jadi Majalengka. Semula diperingati setiap 7 Juni, kini ditetapkan pada tanggal 11 Februari. Keputusan tersebut diambil melalui rapat paripurna DPRD Majalengka yang digelar pada Senin (25/8/2025).
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyatakan perubahan ini dilakukan untuk meluruskan sejarah daerah. Menurutnya, penetapan sebelumnya dianggap lebih merujuk pada mitos tanpa dasar hukum yang kuat.
“Alhamdulillah, seluruh fraksi mendukung perubahan Hari Jadi yang kami usulkan. Keputusan ini adalah koreksi sejarah berdasarkan kajian ilmiah,” kata Eman.
Eman menambahkan, penetapan tanggal baru ini diharapkan mampu mengakhiri polemik yang kerap muncul setiap kali peringatan Hari Jadi Majalengka digelar. “Dengan adanya perubahan ini, kita bisa fokus pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Majalengka,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Majalengka, Asep Eka Mulyana, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Majalengka. Ia menegaskan seluruh fraksi sepakat mendukung perubahan hari jadi tersebut.
Sebelumnya, Pemkab Majalengka telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan Hari Jadi untuk menggantikan Perda Nomor 05/OP.013.1/PD/1982 yang selama ini menetapkan 7 Juni sebagai hari jadi.
Dorongan perubahan tanggal ini juga datang dari kalangan akademisi. Sejarawan Universitas Padjadjaran, Nina Lubis, merekomendasikan 11 Februari sebagai hari jadi berdasarkan dokumen besluit era kolonial Belanda.
Dokumen tersebut mencatat bahwa pada 11 Februari 1840, Bupati Maja secara resmi mengajukan perubahan nama wilayah menjadi Kabupaten Majalengka.
Adapun tanggal 7 Juni selama ini dikaitkan dengan legenda Nyi Rambut Kasih, sosok yang dipercaya sebagai ratu Majalengka. Namun, dasar penetapan itu dianggap lemah karena hanya bersumber pada cerita rakyat.
Dengan penetapan tanggal baru ini, Pemkab Majalengka berharap identitas sejarah daerah semakin kuat serta menjadi pijakan kokoh untuk pembangunan dan kebersamaan masyarakat di masa depan.





