Profil

Berkenalan dengan Wartawan Tiga Jaman: H. Ahmad Saelan, Tokoh Pers Jawa Barat

×

Berkenalan dengan Wartawan Tiga Jaman: H. Ahmad Saelan, Tokoh Pers Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Berkenalan dengan seorang tokoh pers yang telah mengabdikan diri dalam tiga zaman berbeda, H. Ahmad Saelan, adalah suatu kehormatan dan pengalaman yang mengesankan.

Keterlibatannya dalam dunia jurnalistik membentang sejak masa Orde Lama, Orde Baru, hingga masa Reformasi. Sosoknya mencuat melalui unggahan media lawas di Facebook, di mana beliau dengan hangat merespon dan bernostalgia saat melihat surat kabar jadul era 70-80 hingga 90-an yang pernah menjadi bagian dari perjalanan wartawannya.

Penulis lantas melakukan komunikasi dengannya, awalnya komunikasi dilakukan menggunakan Inbox di FB, kemudian SMS dan lalu WhatsApp. Setelah komunikasi yang cukup intens, kamipun bikin janji untuk bertemu di darat.

Pertemuan langsung dengan Ahmad Saelan membuka lembaran kisah dan pengalaman berharga, terutama seputar dunia kewartawanan. Beliau membagikan cerita tentang media cetak di Bandung, persaingan ketat antara media lokal dan surat kabar dari Jakarta pada era 90-an, hingga akuisisi beberapa koran daerah oleh grup media besar dari ibukota. Pengalamannya menimba ilmu jurnalistik di Jerman pada tahun 1968-1969 juga menjadi bagian menarik dalam perjalanan kariernya.

Ahmad Saelan, yang lahir di Bogor pada 27 Januari 1942 itu dikenal sebagai jurnalis senior. Sebelum menimba ilmu di Jerman, Ahmad Saelan pernah mengenyam pendidikan di Alhambra Union High School (AUHS) California, USA (1963) dan berkuliah di Fakultas Publisistik dan Jurnalistik, Unpad Bandung (1967).

Ia telah menjalani perannya sebagai wartawan dan pemimpin beberapa surat kabar di Bandung. Salah satu pencapaiannya yang mencolok adalah kepemimpinan di surat kabar berbahasa Sunda “Sipatahunan,” LKBN Antara, Kujang, Bandung Pos, Hikmah, dan Koran Sunda dari tahun 1965 hingga 2007, ia juga pernah menjabat wartawan hingga pemred di harian Pikiran Rakyat pada tahun 1965 hinga 2007.

Pengalaman Ahmad Saelan tidak hanya terbatas pada dunia media cetak, tetapi juga melibatkan berbagai organisasi dan kegiatan. Beliau bergabung dengan Majalah Forum Keadilan bersama jurnalis senior seperti Karni Ilyas dan Noorca M Massardi, serta mengelola media dakwah Majalah Risalah.

Pada masa tertentu, Ahmad Saelan juga mengepalai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat dan menjadi Direktur PT Perfin Jabar (Peredaran Film Indonesia) dari tahun 1976 hingga 1983.

Aktif dalam Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI Jawa Barat) dari tahun 1990 hingga 2019, Ahmad Saelan juga terjun ke dunia politik sebagai Wakil Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Jawa Barat dari tahun 1990 hingga 2008 dan Sekretaris DPW PBB Jabar dari tahun 2015 hingga sekarang.

Dalam ranah politik, Ahmad Saelan tidak hanya menjadi bagian dari Partai Bulan Bintang (PBB), tetapi juga pernah menjadi anggota DPRD Jabar mewakili golongan profesi sebagai wartawan selama dua periode dari tahun 1977 hingga 1988. Bahkan pada era reformasi tahun 1999-2004, beliau terpilih kembali menjadi anggota DPRD Jabar dari PBB.

Kesemuanya ini menciptakan kisah hidupnya yang begitu berwarna, dan kini, catatan perjalanan hidup Ahmad Saelan dirangkum dalam sebuah buku autobiografi yang berjudul “Catatan Perjalanan Dari Masa Ke Masa,” yang membawa pesan inspiratif, “Nyoreang mangsa ka tukang, nyaliksik kana diri, nyawang ka anu bakal datang.”

Buku ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang dan kontribusi luar biasa seorang tokoh pers Jawa Barat yang telah menciptakan jejak berharga dalam sejarah kewartawanan Indonesia.

Foto: Kin Sanubary