SUBANG, TINTAHIJAU.com – Syekh Nawawi lahir di sebuah desa kecil di kecamatan Tirtayasa (dulu, sekarang Tanara), Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Pada tahun 1230 Hijriyah atau 1815 Masehi, dengan nama Muhammad Nawawi bin Umar bin Arabi al-Bantani.
Syekh Nawawi adalah seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif dalam hal menulis, hal ini dibuktikan dengan jumlah karyanya yang mencapai tidak kurang dari 115 kitab.
Karyanya meliputi bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, hadis dan lainnya. Sebagian karya yang sudah masuk publikasi sampai sekarang masih dipelajari di pesantren-pesantren tradisional.
Pada usia 15 tahun, Syekh Nawawi berangkat ke Arab Saudi, di samping untuk melaksanakan ibadah haji. Ulama asal Banten itu juga dalam rangka menimba ilmu.
Pada perjalanan selanjutnya, Syekh Nawawi diberi kesempatan mengajar di Masjidil Haram. Di antara muridnya di Arab Saudi yakni KH Hasyim Asyari (pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah).
Selain itu, Thahir Jamaluddin (Singapura), Abdulkarim Amrullah (Sumatera Barat), KH TB Asnawi (Caringin), KH Ilyas (Kragilan) dan masih banyak lagi.
Syekh Nawawi wafat di Mekah pada tanggal 25 Syawal 1314 Hijriyah atau 1897 Masehi. Makamnya berada di Jannatul Mu’alla, Mekah.
Meski wafat di Jazirah Arab, namun hingga kini setiap tahunnya selalu diadakan haul atau peringatan wafatnya Syekh Nawawi al-Bantani di tanah air, di Pondok Pesantren An-Nawawi di Tanara, Serang, asuhan K.H Ma’ruf Amin.
Sumber : Set Wapres RI.
