Profil  

Mengenal Sosok Abdul Nur Adnan, Sebuah Perjalanan Panjang dari Solo ke Amerika

Abdul Nur Adnan ketika muda di depan corong VOA.

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Abdul Nur Adnan, seorang jurnalis senior dan mantan penyiar Radio Suara Amerika (VOA Washington DC), telah menjadi sosok yang tidak terlupakan bagi pendengar radio, khususnya mereka yang mengikuti VOA Siaran Bahasa Indonesia.

Suara khasnya telah menyapa pendengar sejak era 70-an hingga awal 2000-an, menjadikannya “sesepuh” Radio Suara Amerika.

Lahir di Kota Solo pada 27 Oktober 1938, Abdul Nur Adnan mengawali pendidikannya di madrasah dan pondok pesantren, sebelum melanjutkan ke sekolah umum, SMP, SMA, dan akhirnya meraih gelar dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Perjalanan hidupnya membawanya dari Solo ke Jogja, mengikuti ayahnya yang menjadi Rektor Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, sekarang UIN Sunan Kalijaga.

Sejak masa SMP, Abdul Nur Adnan telah aktif menulis di ruang “Remaja Nasional” surat kabar Nasional/Bernas Yogyakarta. Kiprahnya dalam menterjemahkan artikel dari Majalah Reader’s Digest dan menjadi Bintang Pelajar di Harian Umum Kedaulatan Rakyat. Setelah lulus dari UGM, ia mendirikan surat kabar harian Mercusuar di Jogja pada tahun 1966.

Abdul Nur Adnan, seorang jurnalis senior dan mantan penyiar Radio Suara Amerika (VOA Washington DC), memiliki perjalanan hidup yang luar biasa. Pada tahun 1953, ia pindah dari Solo ke Jogya mengikuti ayahnya yang menjadi Rektor Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, sekarang UIN Sunan Kalijaga.

Baca Juga:  Berkenalan dengan Srikandi Fotografer Indonesia

Melalui program beasiswa American Field Service (AFS) pada tahun 1958-1959, ia belajar di Amerika Serikat, di kota Waltham, Massachusetts.

Setelah lulus dari UGM dengan gelar dari Fakultas Sospol jurusan Hubungan Internasional pada tahun 1966, Abdul Nur Adnan mendirikan surat kabar harian, Mercu Suar, di Jogya. Sebagai wartawan muda di Mercu Suar, ia menjelajah negara-negara di Eropa, Timur Tengah, dan Asia.

Pada tahun 1969, ia menerima tawaran untuk bekerja di Radio Suara Amerika (Voice of America) di Washington, tempat ia bertugas hingga pensiun pada tahun 2008.

Bekerja di VOA membawa Abdul Nur Adnan ke berbagai penjuru Amerika dan negara-negara Mancanegara seperti Mesir, Palestina, Masjidil Aqsha, Jerusalem, Israel, serta peristiwa penting di Indonesia seperti era Reformasi, pergolakan di Timor Timur, dan bencana tsunami di Aceh. Selain itu, ia sering ditugaskan untuk meliput kunjungan kenegaraan Presiden Indonesia di Amerika Serikat dan sebaliknya.

Baca Juga:  Berkenalan dengan Wartawan Tiga Jaman: H. Ahmad Saelan, Tokoh Pers Jawa Barat
Abdul Nur Adnan bersama istri tercinta Bidayah Nur Adnan

Abdul Nur Adnan menikah dengan Bidayah Affandi yang selama hampir 60 tahun hidup setia menemani. Istrinya Bidayah Nur Adnan meninggal tanggal 15 Mei 2022 ketika usianya hampir 80 tahun. Pernikahannya dengan Bidayah Nur Adnan mempunyai 3 orang putra yaitu Ismet Santosa Adnan, Kemal Kurniawan Adnan dan Irfan Rahadyan Adnan.

Dua orang anaknya sudah berkeluarga beristrikan orang Amerika dan semuanya menetap di Negeri Paman Sam. Ismet menikah dengan Patricia Astrab mempunyai 2 anak laki-laki yaitu Noah dan Zane. Sedangkan Kemal menikah dengan Theresia Quick dikaruniai 2 anak perempuan kembar yaitu Hannah dan Karis.

Buku otobiografi “Kelinting di Atas Jendela”, yang diedit oleh sastrawan terkenal Taufiq Ismail, menjadi karya puncak Abdul Nur Adnan. Buku ini menceritakan perjuangannya dari masa kuliah di UGM hingga menjadi seorang suami yang setia. Selain itu, Pak Nur juga menerbitkan buku kumpulan puisi “Dari Solo, Jogja Hingga Amerika” pada akhir tahun 2023.

Baca Juga:  Setahun Beraksi, dr Encep Sugiana Gratiskan Pengobatan Medis Ribuan Warga Subang

Masa pensiunnya tidak membuatnya berdiam diri. Abdul Nur Adnan tetap aktif dalam kegiatan KBRI, memberikan ceramah keagamaan di berbagai Masjid di Maryland, AS, dan menjadi penasihat serta sesepuh Komunitas Muslim Indonesia di AS.

Pengalaman penulis dalam mengenal Abdul Nur Adnan, terutama melalui Siaran Fajar dan acara interaktif “Halo VOA”, mencerminkan kontribusi besar yang diberikannya dalam membuka wawasan dan memberikan informasi bagi pendengar di Indonesia.

Buku kumpulan puisi Dari Solo Jogja hingga ke Amerika karya Abdul Nur Adnan

Sebelum mengakhiri obrolannya dengan penulis melalui pesan WhatApps Pak Nur menyampaikan salam hangat dari Pak Nur untuk semua sahabat di Indonesia.

Sebuah perjalanan panjang yang menghubungkan Solo, Jogja, Washington DC, dan Maryland, telah membentuk pribadi Abdul Nur Adnan menjadi sosok yang tidak hanya dikenal sebagai penyiar VOA tetapi juga sebagai pembawa semangat nasionalisme dan cinta tanah air yang harus diwariskan kepada generasi muda.