Profil

Sering Bagi-Bagi Duit Pas Ngonten, Ternyata Ini Gurita Bisnis dan Sumber Kekayaan Dedi Mulyadi

×

Sering Bagi-Bagi Duit Pas Ngonten, Ternyata Ini Gurita Bisnis dan Sumber Kekayaan Dedi Mulyadi

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Bagi kamu yang sering mantengin media sosial, pasti udah gak asing lagi sama aksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini emang dikenal royal dan suka bagi-bagi rezeki ke masyarakat yang membutuhkan saat lagi bikin konten vlog-nya.

Aksi sosialnya yang masif ini tak pelak bikin netizen penasaran: dari mana sih sebenarnya sumber kekayaan sang gubernur?

Rasa penasaran publik akhirnya terjawab lewat momentum Sensus Ekonomi 2026. Saat disambangi oleh petugas sensus di kediaman pribadinya yang asri di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Minggu (21/6/2026), KDM secara blak-blakan membongkar lini bisnis yang menjadi mesin uangnya selama ini. Ternyata, kekayaannya berasal dari gurita bisnis yang bergerak di sektor riil hingga dunia digital.

Dari Sawah Hingga Ratusan Ternak: Setia di Jalur Agribisnis

Meski sibuk dengan urusan birokrasi sebagai orang nomor satu di Jawa Barat, KDM terbukti punya insting bisnis yang kuat di sektor agraria. Kepada petugas sensus, ia mengaku memiliki aset produktif yang dikelola secara serius, mulai dari sektor pertanian hingga peternakan.

“Ya, ada usaha peternakan, isinya ratusan domba dan sapi. Ada juga lahan sawah yang hasilnya rutin dijual ke pasaran,” ujar KDM santai saat diwawancarai di Subang seperti yang dilansir dari laman Pikiran-Rakyat.

Selain sawah dan peternakan yang aktif berproduksi, KDM juga tercatat menguasai beberapa aset tanah pribadi yang cukup luas. Menariknya, ia menegaskan bahwa lahan-lahan strategis tersebut sengaja tidak disewakan kepada pihak lain, melainkan dikelola secara mandiri atau dipertahankan sebagai aset pribadi.

Sisi Lain Kreator Digital: Cuan Mengalir Tanpa Kantor Formal

Bukan cuma sukses jadi juragan tanah dan ternak, KDM juga membuktikan diri sebagai content creator handal yang berhasil memonetisasi aktivitas digitalnya. Konten-konten humanisnya di media sosial tidak sekadar menjadi wadah berbagi, tapi juga bertransformasi menjadi salah satu pilar pendapatan yang menjanjikan.

Uniknya, bisnis kreatif di ranah digital ini ia jalankan secara fleksibel tanpa alokasi khusus untuk bangunan kantor operasional formal. Langkah ini mencerminkan tren bisnis modern yang efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Sensus Ekonomi Jabar 2026: Memotret Bisnis Digital yang ‘Invisible’

Agenda pengumpulan data di rumah Gubernur Jabar ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budiutomo Harmadi. Kehadiran petinggi BPS ini menegaskan pentingnya akurasi data pelaku usaha di wilayah Jawa Barat.

Sonny menjelaskan bahwa BPS menargetkan bisa menyisir sekitar 5,54 juta pelaku usaha serta 17,7 juta keluarga di seluruh wilayah Jawa Barat. Untuk menyukseskan agenda raksasa ini, sebanyak 40.573 petugas diterjunkan langsung ke lapangan dengan metode door to door alias mendatangi satu per satu rumah warga secara langsung.

Menurut Sonny, metode langsung ini sangat krusial, terutama untuk mendeteksi gurita bisnis digital yang belakangan ini menjamur namun sering kali tidak terlihat secara fisik.

“Sensus dengan cara mendatangi rumah ini harus dilakukan untuk memetakan usaha digital yang tengah dijalani oleh masyarakat. Sebab, selama ini faktanya banyak sekali lini usaha produktif yang berjalan aktif dan menghasilkan cuan besar tanpa perlu memasang plang toko atau kantor fisik,” pungkas Sonny.

Sumber: PRFMNews