Ragam

7 Tips Menjaga Hati dari Penyakit Riya

×

7 Tips Menjaga Hati dari Penyakit Riya

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Hati adalah pusat dari seluruh amal. Baik atau buruknya sebuah ibadah tidak hanya ditentukan oleh bentuk lahirnya, tetapi oleh niat yang tersembunyi di dalamnya.

Amal yang tampak besar di mata manusia bisa menjadi kecil di sisi Allah jika tercampur oleh keinginan untuk dipuji dan dipandang.

Riya sering hadir tanpa disadari. Ia menyusup melalui rasa ingin dihargai, ingin dikenal, dan ingin diakui sebagai orang yang saleh.

Ketika itu terjadi, ibadah yang seharusnya mendekatkan diri kepada Allah justru berubah menjadi sarana mencari penilaian manusia.

Pembahasan tentang riya menjadi sangat penting agar setiap Muslim mampu menjaga kemurnian niat dalam beramal.

Berikut tips praktis untuk menjaga hati dari riya:

1. Selalu luruskan niat sebelum, saat, dan setelah amal

Biasakan bertanya ke diri sendiri:
“Kalau tidak ada yang melihat, apakah aku masih mau melakukan ini?”
Perbarui niat:
– Sebelum beramal

– Di tengah amal

– Setelah ama

2. Sembunyikan amal sebanyak mungkin

Amal yang paling aman dari riya adalah yang tidak diketahui orang.
Contoh:
– Sedekah tanpa diketahui

– Shalat sunnah di tempat sepi

– Dzikir dalam hati

Rasulullah SAW memuji amal yang tersembunyi seperti ini.

3. Ingat: manusia tidak memberi pahala apa pun

Dipujinya manusia tidak bisa:
– Menghapus dosa

– Menambah pahala

– Menyelamatkan kita di akhirat

Yang menentukan nilai amal hanya Allah.

4. Lawan rasa senang saat dipuji

Jika ada yang memuji:
Jangan bangga
Katakan dalam hati:
“Ya Allah, ini karunia-Mu, bukan karena aku.”
Dan berdoalah:
“Ya Allah, jangan Engkau hukum aku karena pujian mereka.”

5. Ingat betapa bahayanya riya

Riya disebut syirik kecil.
Artinya amal yang bercampur riya bisa hangus pahalanya walau kelihatannya besar.

6. Banyak berdoa minta perlindungan

Rasulullah SAW mengajarkan doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dalam keadaan aku mengetahuinya, dan aku mohon ampun atas apa yang tidak aku ketahui.”

7. Fokus pada akhirat, bukan penilaian manusia

Bayangkan:
Di hari kiamat, tidak ada follower, like, atau tepuk tangan.
Yang ada hanya catatan amal di hadapan Allah.

Menjaga hati dari riya adalah perjuangan seumur hidup. Setiap amal membutuhkan keikhlasan agar bernilai di sisi Allah.

Semoga setiap kebaikan yang dilakukan selalu terjaga dari keinginan dipuji dan hanya mengharap ridha-Nya semata.