Ragam  

Analisa Para Ahli Terkait Kematian Dante Putra dari Tamara Tyasmara

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Kasus kematian Raden Andante Khalif Pramudityo alias Dante (6), putra dari Tamara Tyasmara, telah menarik perhatian publik dan mendapat sorotan dari berbagai ahli, termasuk pakar hukum pidana dan pakar mikroekspresi.

Dalam tulisan ini, kami akan menyajikan analisis dan sorotan yang disampaikan oleh para ahli terkait kasus tersebut.

Menurut Jamin Ginting, seorang pakar hukum pidana dari Universitas Pelita Harapan, penting untuk memperhatikan faktor-faktor yang melibatkan orang terdekat dalam kasus pembunuhan.

Beliau menyoroti kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana atau kelalaian, yang dapat dibuktikan melalui rentetan kejadian yang terjadi sebelumnya. Jamin juga menekankan bahwa bukti-bukti yang digunakan dalam proses peradilan saling terkait.

Baca Juga:  Bahlil Angkat Bicara Pasca Videonya Beredar, Bantah Ditarik Prabowo Saat Debat Cawapres

Beliau menyarankan agar masyarakat berhati-hati terhadap orang terdekat yang bukan anggota keluarga, karena seringkali pelaku kejahatan adalah orang yang dekat dengan korban.

Selain itu, Jamin juga menyoroti dalih yang diungkapkan oleh Yudha Arfandi kepada penyidik, yang mengklaim bahwa peristiwa tersebut terjadi dalam konteks pelatihan berenang.

Menurut Jamin, dari karakteristik kasus tersebut, kemungkinan besar ada aspek perencanaan yang terlibat. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan terdapat motif atau konflik yang mendasari perbuatan tersebut, meskipun pada awalnya tampak sebagai tindakan spontan.

Di sisi lain, pakar mikroekspresi, Handoko Gani, menyoroti video-video yang diunggah oleh kerabat tersangka yang menampilkan kedekatan antara tersangka dan korban.

Baca Juga:  Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Ancaman Penembakan Anies Baswedan di Jawa Timur

Meskipun video tersebut kemungkinan diunggah untuk membela tersangka, Handoko menegaskan bahwa rangkaian pembuktian yang komprehensif akan menjadi penentu utama dalam kasus ini. Dia menekankan pentingnya pemeriksaan forensik dan analisis rekaman CCTV sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Handoko juga mengangkat isu terkait hak asuh Dante setelah ibunya bercerai dengan suaminya. Dia menegaskan bahwa kesepakatan harus dibuat jika pengasuhan anak diberikan kepada pihak lain selain orang tua kandung. Ini menyoroti tanggung jawab bersama dalam memastikan keamanan dan kesejahteraan anak.

Yudha Arfandi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Dante dan dijerat dengan pasal-pasal yang berkaitan dengan perlindungan anak dan pasal-pasal terkait pembunuhan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Baca Juga:  Siap-siap! Bakal Ada Komet Nishimura Melintasi Langit Indonesia

Secara keseluruhan, analisis para ahli tersebut memberikan gambaran yang komprehensif tentang berbagai aspek yang terlibat dalam kasus kematian Dante. Sorotan mereka memperkaya pemahaman publik dan memperkuat proses penegakan hukum yang adil dan transparan.

Sumber: KOMPAS.tv