SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Warga wilayah Pantura Kabupaten Subang dalam sepekan terakhir terus diliputi kekhawatiran akibat banjir yang melanda sejumlah daerah.
Beberapa kecamatan seperti Ciasem, Blanakan, Pamanukan, hingga Legonkulon dilaporkan sudah terdampak genangan.
Di tengah persoalan banjir yang belum sepenuhnya tertangani, masyarakat Pantura juga dihadapkan pada masalah serius lainnya, yakni krisis air bersih akibat intrusi air laut. Air sumur warga di sejumlah desa berubah menjadi payau bahkan asin, sehingga tidak lagi layak dikonsumsi.
Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang, Lukman Nurhakim, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera dan terintegrasi dari berbagai pihak.
“Selain banjir yang masih perlu solusi jangka panjang, warga Pantura juga sangat membutuhkan akses air bersih. Di beberapa wilayah, sumur-sumur warga sudah terdampak intrusi air laut, airnya berubah jadi payau dan asin,” ujar Lukman, Senin (27/1/2026).
Menurutnya, Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) harus hadir sebagai bagian dari solusi untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat tersebut.
“Perumda TRS harus hadir sebagai bagian dari solusi mengatasi kondisi ini,” tegasnya.
Lukman menjelaskan, bersama Dinas PUPR Kabupaten Subang, pihaknya telah menyampaikan langsung usulan bantuan perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) kepada Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Oscar R.H. Siagian.
Usulan tersebut difokuskan untuk wilayah Desa Kalentabo dan Desa Patimban yang saat ini dinilai paling membutuhkan layanan air bersih.
“Data yang sudah masuk, ada sekitar 1.300 rumah yang memerlukan layanan air bersih dari Perumda,” ungkapnya.
Kabar baiknya, usulan tersebut mendapat respons positif dari Kementerian PU. Program perluasan SPAM itu direncanakan akan diintegrasikan dengan proyek pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang jalur Pantura, yang merupakan salah satu program strategis nasional gagasan Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Oscar menyambut baik usulan ini dan akan mengusulkannya agar terintegrasi dengan program Giant Sea Wall Pantura,” kata Lukman.
Ia berharap program tersebut dapat terealisasi pada tahun 2027, sehingga masyarakat Pantura Subang tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.
“Semoga program ini bisa terwujud di tahun 2027, sehingga masyarakat bisa tersenyum dan menikmati akses air bersih yang layak,” pungkasnya.





