Ragam

Arus Mudik Landai, One Way Tol Trans Jawa Berpotensi Dicabut

×

Arus Mudik Landai, One Way Tol Trans Jawa Berpotensi Dicabut

Sebarkan artikel ini
Arus Mudik Lebaran 2024
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membuka peluang untuk mencabut rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) nasional di ruas Tol Trans Jawa. Kebijakan ini akan dievaluasi menyusul kondisi arus mudik yang mulai menunjukkan penurunan setelah mencapai puncaknya pada Rabu (18/3/2026).

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa evaluasi akan dilakukan pada Sabtu (21/3/2026) pagi dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan terkait.

“One way nasional yang dibuka pada tanggal 18 Maret, besok pagi akan kami evaluasi,” ujar Agus seperti yang dilansir dari laman KOMPAS.tv pada Jumat (20/3/2026)

Ia menjelaskan, pencabutan sistem satu arah menjadi salah satu opsi apabila data lalu lintas menunjukkan tidak adanya peningkatan volume kendaraan. Keputusan tersebut akan diambil melalui koordinasi lintas instansi.

“Kami lakukan kolaborasi dengan stakeholder, baik Pak Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, termasuk kami akan melapor kepada Bapak Kapolri. Mungkin one way arus mudik akan kami cabut. Jamnya kapan nanti akan kami sampaikan,” katanya.

Menurut Agus, indikator utama dalam menentukan kebijakan tersebut adalah hasil penghitungan lalu lintas (traffic counting) di sepanjang ruas tol. Jika angka kendaraan tergolong rendah dan tidak ada indikasi lonjakan arus, maka rekayasa lalu lintas akan dihentikan.

Diketahui, sistem one way nasional mulai diberlakukan sejak Rabu (18/3/2026) dengan cakupan dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.

Sebelumnya, rekayasa lalu lintas serupa telah diterapkan lebih dulu pada Selasa (17/3/2026), namun hanya mencakup ruas KM 70 hingga KM 263 Tol Trans Jawa. Kebijakan tersebut kemudian diperluas hingga Kalikangkung seiring meningkatnya volume kendaraan pemudik yang mengarah ke wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.