SUBANG, TINTAHIJAU.com – Diare adalah kondisi ketika seseorang buang air besar lebih sering dari biasanya dengan tekstur feses yang cair.
Selain obat medis, beberapa bahan alami dapat membantu meredakan gejala diare, terutama yang ringan.
Namun, yang paling penting tetap mencegah dehidrasi!
1. Air Kelapa
Air kelapa mengandung elektrolit alami seperti kalium dan natrium yang membantu mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare.
Minuman ini juga lebih ringan di lambung dibanding minuman manis buatan.
2. Air Rebusan Beras (Air Tajin)
Air tajin dikenal sebagai cara tradisional untuk membantu mengentalkan feses.
Kandungan pati di dalamnya dapat membantu memperlambat gerakan usus.
3. Pisang
Pisang, terutama yang matang, kaya akan pektin, sejenis serat larut yang membantu menyerap kelebihan cairan di usus.
Pisang juga mengandung kalium yang penting untuk tubuh saat diare.
4. Apel (Dikukus atau Direbus)
Apel mengandung pektin yang membantu memperbaiki tekstur feses. Sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk matang (bukan mentah) agar lebih mudah dicerna.
5. Teh Jahe Hangat
Jahe memiliki sifat anti-inflamasi alami dan dapat membantu meredakan kram perut serta rasa tidak nyaman pada pencernaan.
6. Yogurt (yang Mengandung Probiotik)
Probiotik membantu menyeimbangkan kembali bakteri baik di usus, terutama jika diare terjadi setelah infeksi atau penggunaan antibiotik.
7. Sup Wortel
Wortel yang dimasak lunak mudah dicerna dan membantu memberikan nutrisi serta cairan tambahan.
Tetap Perhatikan Hal Ini
Bahan alami hanya membantu meredakan gejala, bukan menggantikan penanganan medis bila kondisi berat.
Segera ke dokter jika diare disertai:
– Demam tinggi
– Tinja berdarah atau hitam
– Muntah terus-menerus
– Tanda dehidrasi (lemas, bibir kering, jarang buang air kecil)
– Diare lebih dari 2–3 hari
Selama diare, utamakan:
– Minum oralit atau cairan elektrolit
– Makan dalam porsi kecil tapi sering
– Hindari makanan pedas, berlemak, dan minuman bersoda.
Bahan alami dapat menjadi pertolongan awal untuk membantu meredakan gejala diare yang ringan, terutama dengan tetap menjaga asupan cairan agar tubuh tidak dehidrasi.
Namun, jika gejala memburuk atau tidak membaik, pemeriksaan medis tetap diperlukan agar penyebab diare dapat ditangani dengan tepat.





