BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Bandung tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kuliner dan belanja, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan beragam gerakan komunitas yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kepedulian lingkungan. Di tengah padatnya aktivitas perkotaan, sejumlah komunitas hadir sebagai ruang alternatif bagi warga untuk berkontribusi secara positif dan produktif.
Setidaknya ada tiga komunitas di Kota Bandung yang secara konsisten menggerakkan perubahan melalui literasi, kedaulatan pangan, hingga transportasi ramah lingkungan.
Bandung Book Party, Literasi Dirayakan di Ruang Publik
Bandung Book Party menjadi salah satu komunitas yang berhasil mengubah aktivitas membaca—yang kerap dianggap individual—menjadi perayaan kolektif. Komunitas ini rutin menggelar kegiatan membaca bersama atau silent reading di berbagai ruang terbuka publik, seperti taman kota.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi @bdgbookparty, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat, tetapi juga menghidupkan ruang publik sebagai tempat belajar yang inklusif. Mengusung semangat “Baca, Rasa, Cerita”, Bandung Book Party menghadirkan literasi sebagai aktivitas yang santai, menyenangkan, dan terbuka bagi siapa saja.
Kebun Seni Tani, Merawat Kedaulatan Pangan dari Kota
Di sektor pangan dan lingkungan, Kebun Seni Tani hadir sebagai inisiatif pertanian perkotaan yang menekankan kemandirian dan keberlanjutan. Komunitas ini berdiri pada 2020, diinisiasi oleh lima orang—Vania, Galih, Anggietta, Mentari, dan Fathan—sebagai respons atas kebutuhan pangan sehat di tengah keterbatasan lahan kota.
Sejak berdiri hingga 2024, Kebun Seni Tani mengelola lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi di kawasan Arcamanik, Bandung, dan berhasil mengubahnya menjadi kebun urban farming yang menghasilkan berbagai jenis sayuran dan buah. Pada 2025, komunitas ini memutuskan pindah ke kawasan Cigadung Selatan untuk melanjutkan misi menjaga tanah dan ekosistemnya.
Melalui akun Instagram @kamisenitani, mereka aktif memberikan edukasi tentang pertanian regeneratif dan pengelolaan sampah organik. Kebun Seni Tani tidak hanya berfungsi sebagai lahan produksi pangan, tetapi juga sebagai ruang seni dan pembelajaran bagi warga kota agar kembali terhubung dengan alam.
Bike To Work Bandung, Mengayuh Solusi Transportasi Hijau
Sementara itu, persoalan kemacetan dan polusi udara di Bandung direspons oleh komunitas Bike To Work (B2W) Bandung. Komunitas ini mengampanyekan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi utama untuk bekerja maupun aktivitas harian.
Melalui akun Instagram @b2w_bandung, B2W Bandung secara aktif menyuarakan hak-hak pesepeda dan mendorong pemerintah kota menyediakan infrastruktur yang aman dan nyaman, khususnya lajur sepeda dan fasilitas pejalan kaki. Selain kegiatan bersepeda bersama, komunitas ini juga rutin membuka ruang diskusi mengenai kebijakan transportasi dan isu perkotaan lainnya.
Dengan semangat kolaborasi, B2W Bandung mengajak masyarakat untuk menjadikan bersepeda sebagai kebiasaan baru demi kesehatan pribadi sekaligus kelestarian lingkungan kota.
Keberadaan berbagai komunitas tersebut menunjukkan bahwa Bandung bukan hanya kota kreatif, tetapi juga ruang tumbuh bagi gerakan warga yang berupaya membangun gaya hidup produktif, sadar lingkungan, dan berkelanjutan.





