Ragam

Berikut Beberapa Waktu Tidur yang Tidak Dianjurkan Rasulullah SAW

×

Berikut Beberapa Waktu Tidur yang Tidak Dianjurkan Rasulullah SAW

Sebarkan artikel ini
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Tidur merupakan kebutuhan alami setiap manusia. Namun dalam Islam, tidur bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari adab dan ibadah yang bernilai jika dilakukan sesuai tuntunan syariat.

Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang bagaimana mengatur waktu tidur agar membawa kesehatan, keberkahan, dan menjaga kualitas ibadah.

Sayangnya, sebagian kebiasaan tidur justru dilakukan pada waktu-waktu yang tidak dianjurkan, sehingga berpotensi menghilangkan keberkahan dan melemahkan semangat beribadah.

Berikut ini waktu-waktu tidur yang tidak dianjurkan Rasulullah SAW beserta hikmah di balik larangan tersebut, agar menjadi pengingat bagi kita dalam menata waktu istirahat sesuai sunnah.

1. Tidur Setelah Subuh

Rasulullah SAW tidak menganjurkan tidur setelah salat Subuh hingga matahari terbit dan naik.

Dari Sakhr Al-Ghamidi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
“Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu pagi.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi).

Para ulama menjelaskan bahwa tidur setelah Subuh dapat menghilangkan keberkahan waktu pagi, membuat tubuh malas, dan melemahkan semangat beraktivitas.

2. Tidur Sebelum Salat Isya

Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum Isya, karena dikhawatirkan tertidur lelap sehingga meninggalkan salat Isya.

Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu:
“Rasulullah SAW membenci tidur sebelum Isya.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

3. Tidur Terlalu Larut Tanpa Kebutuhan

Begadang tanpa keperluan yang bermanfaat tidak dianjurkan, karena dapat melewatkan salat malam dan Subuh, melemahkan fisik atau mengurangi produktivitas.

Namun, diperbolehkan jika untuk menuntut ilmu, urusan keluarga, kepentingan umat, ibadah.

4. Tidur Sepanjang Hari (Terlalu Banyak Tidur)

Islam menganjurkan hidup seimbang. Tidur berlebihan dapat menumpulkan akal, melemahkan badan, mengurangi semangat ibadah.

Rasulullah SAW adalah teladan dalam keseimbangan antara ibadah, kerja, dan istirahat.

Sebagai kesimpulan, bahwa waktu tidur yang tidak dianjurkan yaitu setelah Subuh, sebelum Isya, begadang tanpa kebutuhan, tidur berlebihan di siang hari.

Dengan menghindari waktu tidur yang tidak dianjurkan Rasulullah SAW dan menata istirahat sesuai sunnah, seorang Muslim dapat menjaga kesehatan, meraih keberkahan waktu, serta meningkatkan kualitas ibadahnya.