SUBANG, TINTAHIJAU.com – Diselingkuhi bukan hanya melukai hati, tapi juga memenuhi pikiran dengan pertanyaan yang tak ada habisnya.
Bayangan, penyesalan, dan rasa tidak cukup sering muncul berulang, membuat hari terasa lebih berat dari biasanya.
Dalam situasi seperti ini, yang paling dibutuhkan bukan sekadar melupakan, melainkan menenangkan diri dan memulihkan kembali kendali atas perasaan.
Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa membantu kamu berhenti terjebak dalam pikiran yang menyakitkan dan mulai bergerak menuju pemulihan.
- Hentikan “Film Ulang” di Kepala
Otak suka muter skenario:
“Kurangku di mana?”
“Mereka ngapain aja ya?”
Setiap kali pikiran itu muncul, latih diri buat sadar lalu alihkan:
- tarik napas dalam
- bilang dalam hati: “Udah, itu bukan kendaliku lagi.”
- langsung pindah ke aktivitas fisik (jalan, mandi, beberes).
Kamu nggak wajib menyiksa diri dengan bayangan yang kamu sendiri ciptakan.
- Cerita, Tapi ke Orang yang Tepat
Dipendam = makin kepikiran.
Tapi jangan ke semua orang.
Pilih:
- 1–2 teman yang bisa dengerin tanpa ngegas
- bukan yang bikin kamu makin marah atau dendam.
Tujuannya bukan buat ngejelek-jelekin dia, tapi ngeluarin beban dari kepala.
- Stop Ngintip Sosial Medianya
Ini racun paling manis.
Semakin kamu:
- stalking
- lihat siapa yang dia follow
- cek story tiap jam
Otak kamu nggak akan sembuh.
Mute, unfollow, atau kalau perlu blok sementara. Itu bukan kekanak-kanakan. Itu self-defense mental.
- Jangan Langsung Nyalahin Diri Sendiri
Diselingkuhi bikin orang mikir:
“Aku kurang cantik ya?”
“Aku kurang perhatian?”
Selingkuh itu keputusan dia, bukan kekurangan kamu.
Orang setia tetap setia, bahkan saat pasangannya lagi nggak sempurna.
- Isi Ulang Hidupmu yang Sempat Kosong
Biasanya setelah dikhianati, fokus hidup cuma muter di dia.
Sekarang waktunya geser fokus:
- olahraga ringan
- ketemu teman
- nonton, baca, belajar hal baru
- beresin kamar (serius, ini bantu mental)
- Kamu lagi membangun kembali versi dirimu yang nggak bergantung sama dia.
6. Terima Kalau Ini Akan Sakit Dulu
Cara biar nggak kepikiran terus bukan dengan maksa lupa.
Tapi dengan:
ngerasain sakitnya, diproses, pelan-pelan memudar
Semakin kamu bilang “aku harus kuat, nggak boleh sedih”, makin lama sembuhnya.
Intinya, kamu kepikiran terus bukan karena kamu lemah.
Tapi karena kamu tulus, dan dikhianati itu memang bikin luka.
Tapi luka ini bukan akhir harga dirimu. Ini cuma bukti kamu pernah sayang dan suatu hari kamu bakal ketemu orang yang nggak bikin kamu mempertanyakan nilai dirimu sendiri.




