SUBANG, TINTAHIJAU.com – Minyak goreng bekas sering kali digunakan kembali untuk memasak hidangan sehari-hari. Namun, penting untuk memperhatikan kualitas minyak tersebut agar tetap aman dikonsumsi. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan dalam penggunaan kembali minyak goreng bekas.
1. Saring Minyak dengan Baik
Setelah digunakan, minyak goreng bekas biasanya mengandung sisa-sisa makanan yang dapat memengaruhi kualitasnya. Sebelum disimpan atau digunakan kembali, minyak harus didinginkan terlebih dahulu, lalu disaring menggunakan kain kasa, saringan halus, penyaring kopi kertas, atau tisu dapur.
2. Gunakan Tepung Maizena untuk Menjernihkan Minyak
Jika minyak goreng bekas terlihat keruh, tambahkan tepung maizena ke dalam minyak yang sudah dipanaskan kembali. Tepung ini akan menyerap kotoran dan warna keruh dalam minyak. Setelah beberapa menit, tepung yang menggumpal bersama kotoran bisa disaring, sehingga minyak menjadi lebih jernih.
3. Tambahkan Irisan Lemon untuk Menghilangkan Bau
Minyak bekas sering kali memiliki bau tak sedap, terutama jika sebelumnya digunakan untuk menggoreng ikan atau ayam. Untuk mengatasinya, tambahkan irisan lemon ke dalam minyak yang sudah dingin dan diamkan selama beberapa jam. Asam dalam lemon dapat membantu mengurangi bau dan memecah warna keruh.
4. Simpan dalam Wadah Tertutup
Setelah disaring, minyak goreng bekas sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat, seperti botol berwarna gelap, toples kaca, atau wadah baja antikarat. Hindari menyimpan minyak dalam wadah logam seperti tembaga atau kuningan, karena dapat bereaksi dengan minyak dan merusak kualitasnya.
5. Jauhkan dari Sinar Matahari
Minyak goreng bekas sensitif terhadap paparan sinar matahari, yang dapat mempercepat proses oksidasi dan merusak kualitas minyak. Oleh karena itu, simpan minyak dalam wadah gelap atau tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.
6. Hindari Penyimpanan di Tempat Panas
Simpan minyak goreng bekas di tempat yang sejuk dan jauh dari sumber panas seperti kompor atau microwave. Jika minyak tidak akan digunakan dalam waktu dekat, menyimpannya di dalam kulkas dapat menjadi pilihan yang baik. Beberapa jenis minyak mungkin perlu dicairkan terlebih dahulu sebelum digunakan kembali.
7. Batasi Penggunaan Kembali Minyak Goreng
Minyak goreng sebaiknya hanya digunakan maksimal 2-3 kali. Jika minyak sudah berwarna gelap, berbau tidak sedap, atau berbusa saat dipanaskan, sebaiknya tidak digunakan lagi. Penggunaan minyak bekas yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko penyerapan asam lemak trans, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan, seperti meningkatkan risiko penyakit metabolisme.
Tips Menggoreng dengan Minyak Bekas
Agar hasil gorengan tetap berkualitas meskipun menggunakan minyak bekas, perhatikan beberapa hal berikut:
- Panaskan minyak terlebih dahulu sebelum memasukkan makanan.
- Hindari minyak yang sudah gosong.
- Jangan biarkan air masuk ke dalam minyak agar hasil gorengan tetap renyah.
Dengan menerapkan tips-tips di atas, minyak goreng bekas dapat digunakan kembali dengan aman tanpa mengorbankan kesehatan dan kualitas masakan. Tetap bijak dalam menggunakan minyak goreng agar manfaatnya tetap optimal dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.

