SUBANG, TINTAHIJAU.com – Infeksi Saluran Kemih (ISK) lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria.
Sayangnya, banyak gejalanya terlihat “ringan” sehingga sering dianggap sepele.
Padahal kalau dibiarkan, ISK bisa makin parah dan menyebar ke ginjal.
Berikut tanda-tanda yang sering tidak disadari.
1. Sering ingin buang air kecil, tapi keluarnya sedikit
Rasanya seperti kebelet terus, tapi saat ke toilet, urin yang keluar cuma sedikit.
Banyak orang mengira ini cuma karena kebanyakan minum, padahal bisa jadi tanda awal ISK.
2. Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
Sensasi perih, panas, atau seperti ditusuk saat pipis bukan hal normal. Kalau ini muncul, jangan diabaikan, karena itu tanda iritasi akibat infeksi.
3. Urin keruh atau berbau tajam
Warna urin bisa terlihat lebih keruh dari biasanya, kadang disertai bau menyengat. Ini terjadi karena adanya bakteri, sel darah putih, atau nanah dalam urin.
4. Nyeri di perut bawah atau panggul
Rasa tidak nyaman, tertekan, atau nyeri ringan di bagian bawah perut sering disangka cuma nyeri haid atau masuk angin, padahal bisa berhubungan dengan kandung kemih yang meradang.
5. Mudah lelah dan tidak enak badan
Tubuh bisa terasa kurang fit, meriang, atau lemas ringan tanpa sebab jelas. Karena tidak spesifik, gejala ini sering tidak dikaitkan dengan infeksi saluran kemih.
6. Ada sedikit darah dalam urin
Urin bisa tampak kemerahan atau kecokelatan. Kadang jumlahnya sedikit sekali sampai nyaris tidak terlihat ini tanda yang sering terlewat.
7. Demam dan nyeri pinggang (tanda bahaya)
Kalau muncul demam, menggigil, mual, atau nyeri di pinggang/belakang, infeksi bisa jadi sudah menyebar ke ginjal. Ini kondisi serius dan perlu penanganan medis segera.
Kapan harus ke dokter?
Segera periksa kalau:
– Nyeri saat buang air kecil tidak membaik
– Ada darah dalam urin
– Disertai demam atau nyeri pinggang
– Gejala muncul lebih dari 1–2 hari.
ISK tidak akan sembuh sendiri hanya dengan minum air jika sudah terinfeksi bakteri. Biasanya perlu obat dari dokter.
Kalau tubuh memberi sinyal aneh saat buang air kecil, jangan ditahan dan jangan disepelekan.
Lebih cepat ditangani, lebih cepat sembuh, dan risiko komplikasi bisa dicegah.




