SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Antusiasme warga Subang untuk terlibat dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari membludaknya peserta seleksi relawan untuk SPPG 19 Dangdeur, yang digelar pada Rabu (21/1/2026).
Sebanyak 228 orang dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi mengikuti proses seleksi yang dipusatkan di lokasi dapur SPPG Dangdeur. Mereka harus menjalani tahapan wawancara sebagai bagian utama dari penilaian, yang dilaksanakan secara maraton sejak pagi hingga sore hari.
Proses seleksi ini bertujuan untuk menjaring sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga komitmen sosial dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.
47 Orang Lolos untuk Posisi Strategis
Dari ratusan peserta yang mendaftar, panitia akhirnya menetapkan 47 orang yang dinyatakan lolos dan akan bergabung sebagai relawan sekaligus tenaga operasional SPPG 19 Dangdeur.
Mereka akan mengisi sejumlah posisi strategis, di antaranya:
- Ahli gizi, yang bertanggung jawab pada standar nutrisi dan kualitas menu.
- Staf akunting, untuk pengelolaan administrasi dan keuangan.
- Kepala dapur, sebagai koordinator operasional harian.
Tenaga pendukung lainnya seperti juru masak, petugas pengolahan makanan, hingga petugas pencucian peralatan (ompreng).
Keberagaman posisi tersebut dinilai penting guna memastikan dapur SPPG mampu beroperasi secara profesional, higienis, dan berkelanjutan.
Empat Kriteria Utama Rekrutmen
Panitia seleksi menjelaskan bahwa proses rekrutmen dilakukan dengan mengedepankan empat poin utama sebagai dasar penilaian
Pertama, kompetensi atau keahlian, khususnya bagi posisi yang membutuhkan latar belakang teknis seperti akunting dan ahli gizi. Kedua, peserta diutamakan merupakan warga asli setempat, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat lokal.

Ketiga, peserta juga dinilai dari relasi atau jaringan yang dimiliki, yang dapat membantu penguatan kerja sama dan kelancaran distribusi maupun operasional dapur. Keempat, seluruh tahapan rekrutmen dilakukan secara terbuka dan transparan.
Pengumuman hasil seleksi pun dipastikan akan disampaikan secara terbuka melalui media, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas.
Rekrutmen Terbuka Sesuai Arahan Presiden
Pihak pengelola SPPG menyebutkan bahwa pola rekrutmen terbuka ini merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mendorong agar program-program pelayanan publik, termasuk pemenuhan gizi, dijalankan secara profesional dan transparan.
“Rekrutmen dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan publik, sekaligus memberi kesempatan yang adil bagi masyarakat yang ingin terlibat langsung dalam program sosial pemerintah,” ujar pihak pengelola.
Dapur Kedua di Subang
SPPG 19 Dangdeur merupakan dapur kedua yang hadir di Kabupaten Subang, setelah sebelumnya dapur SPPG Pasirkareumbi 03 lebih dulu beroperasi.
Kehadiran dapur baru ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan program pemenuhan gizi, khususnya di wilayah Subang Kota dan sekitarnya.
Owner SPPG Dangdeur 19 menjelaskan bahwa dapur ini dirancang untuk melayani sekitar 2.000 penerima manfaat setiap harinya
“Penerima manfaatnya mulai dari pelajar, ibu hamil, hingga ibu menyusui yang berada di wilayah Subang Kota,” jelasnya.
Menurutnya, kelompok tersebut menjadi prioritas karena termasuk kategori rentan dan sangat membutuhkan asupan gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu.
Ditargetkan Beroperasi Akhir Bulan
Setelah proses rekrutmen rampung, pihak pengelola akan langsung melakukan tahap lanjutan berupa pembekalan teknis, pembagian tugas, serta simulasi operasional dapur.
Dapur SPPG 19 Dangdeur ditargetkan mulai beroperasi pada akhir bulan ini, sehingga dapat segera menyalurkan manfaat program kepada masyarakat.
Dengan kesiapan sumber daya manusia dan sistem kerja yang tengah disempurnakan, SPPG Dangdeur 19 diharapkan menjadi salah satu model dapur pelayanan gizi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.




