SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Dinas Sosial Kabupaten Subang memfokuskan penanganan darurat banjir melalui optimalisasi dapur umum guna memastikan kebutuhan pangan para penyintas tetap terpenuhi.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Subang, Deni Wiryanto, mengatakan bahwa saat ini pihaknya memproduksi makanan siap saji sebanyak 12.000 porsi per hari yang dibagikan dalam dua waktu.
“Kita fokus ke dapur umum. Saat ini setiap pagi kita menyiapkan sekitar 6.000 nasi bungkus dan sore hari 6.000 boks lagi. Jadi dalam satu hari ada dua kali distribusi,” ujar Deni.
Untuk mendukung distribusi tersebut, Dinsos Subang mendirikan dua dapur umum utama di wilayah terdampak banjir, yakni Kecamatan Pamanukan dan Kecamatan Legonkulon.
Dapur umum yang berlokasi di Kecamatan Pamanukan memproduksi sebanyak 5.500 porsi setiap kali masak atau total 11.000 porsi per hari.
Ribuan porsi tersebut didistribusikan ke berbagai titik pengungsian dengan rincian sebagai berikut:
- Posko Aula Desa Pamanukan: 400 porsi
- Masjid Al Mukhlisin Pamanukan: 914 porsi
- GOR Nepam: 100 porsi
- Aula NU: 337 porsi
- Masjid Al Hadad: 200 porsi
- Aula Daarul Ma’arif: 400 porsi
- Mushola At Tauhid Rancasari: 150 porsi
- Masjid CC Jakaria: 150 porsi
- Desa Mulyasari: 500 porsi
- Desa Pamanukan: 600 porsi
- Kecamatan Pusakajaya: 200 porsi
- Desa Rancasari: 400 porsi
- Desa Mundusari: 250 porsi
- Relawan: 350 porsi
- Dusun Pangasinan: 310 porsi
Sementara itu, dapur umum kedua didirikan di Kecamatan Legonkulon dengan kapasitas produksi 2.000 porsi setiap kali masak atau total 4.000 porsi per hari.
“Dapur di Legonkulon melayani wilayah sekitar dengan sistem yang sama, dua kali masak dalam sehari,” jelas Deni.
Selain dapur umum milik pemerintah daerah, pendirian dan operasional dapur umum di Kabupaten Subang juga mendapat dukungan dari dapur umum Kementerian Sosial RI.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas banjir sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.





