SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menggelar kegiatan silaturahmi dan penguatan sinergi bersama unsur Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Kabupaten Subang, Kamis (29/1/2026), di D’King Cafe, Jalan Pejuang 45, Karanganyar, Subang.
Kegiatan yang mengusung tema “Strategi Bersama Meningkatkan Kesejahteraan Buruh tanpa Mengganggu Iklim Investasi (Produktivitas, Pelatihan Tenaga Kerja, dan Keberlanjutan Usaha)” ini diikuti oleh perwakilan 40 serikat pekerja tingkat perusahaan serta 9 pengurus cabang serikat buruh di Kabupaten Subang.
Acara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Subang dengan serikat pekerja/serikat buruh dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan kondusif.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, Rona Mairiansyah, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang konstruktif antara pemerintah daerah dan unsur serikat buruh.
“Ini menjadi momentum silaturahmi antara serikat pekerja, buruh, dan Pemerintah Kabupaten Subang, agar ke depan hubungan industrial semakin baik dan sinergis,” ujarnya.
Selain diskusi strategis terkait kesejahteraan pekerja dan iklim investasi, kegiatan ini juga diisi dengan proses verifikasi dan validasi data jumlah anggota serikat pekerja di Kabupaten Subang.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam bentuk diskusi dua arah antara pemerintah daerah dan perwakilan serikat buruh. Suasana acara berjalan santai, akrab, dan mengalir sehingga para peserta dapat menyampaikan aspirasi, masukan, serta pandangan secara terbuka.
Dalam kesempatan tersebut, Rona juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh serikat buruh dan pekerja yang telah menjaga situasi tetap kondusif, khususnya saat pelaksanaan aksi terkait Upah Minimum Kabupaten (UMK).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada serikat buruh dan para pekerja yang telah menjaga kondusivitas. Alhamdulillah, meskipun ada dinamika semuanya dapat teratasi dengan baik. Intinya situasi tetap kondusif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rona mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas di tengah Kabupaten Subang yang kini menjadi salah satu tujuan utama investasi di Jawa Barat.
Dengan semakin banyaknya investasi yang masuk ke Subang, Rona berharap jumlah pengangguran yang saat ini tercatat sekitar 7.000 orang dapat terserap seluruhnya pada tahun ini.
Salah seorang peserta, Sujono, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, forum seperti ini penting untuk membangun kesepahaman antara pemerintah dan para pekerja.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa investasi memang menjadi keniscayaan bagi kemajuan suatu daerah. Meski begitu, masuknya investasi harus sebanding dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi buruh lokal.
“Investasi adalah sebuah keniscayaan bagi sebuah daerah jika ingin maju. Tapi kembali lagi, investasi ini harus berbanding lurus dengan kesejahteraan warga Subang,” ujar Sujono.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, serikat buruh, dan dunia usaha untuk terus meningkatkan kesejahteraan pekerja tanpa menghambat pertumbuhan investasi dan keberlanjutan usaha di Kabupaten Subang.





