SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Memasuki hari ke-27 bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Malam ke-27 sering diyakini sebagai salah satu malam yang sangat berpotensi menjadi malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Pada hari kedua puluh tujuh ini, doa yang dipanjatkan berisi permohonan agar Allah SWT memberikan keutamaan malam Lailatul Qadar, memudahkan setiap urusan, serta mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.
Berikut bacaan doa hari ke-27 Ramadan:
اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَصَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَاقْبَلْ مَعَاذِيْ وَحُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَالْوِزْرَ يَا رَءُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ
Latin:
Allâhumma-rzuqnî fîhi faḍla laylatil qadr wa ṣayyir umûrî fîhi minal ‘usri ilal yusr waqbal ma‘âdzî wa ḥuṭṭa ‘annî adz-dzanba wal wizr yâ ra’ûfan bi‘ibâdihis ṣâliḥîn.
Artinya:
“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku keutamaan malam Lailatul Qadar. Jadikanlah segala urusanku dari kesulitan menuju kemudahan. Terimalah permohonan maafku dan hapuskanlah dosa serta kesalahanku, wahai Dzat yang Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang saleh.”
Doa ini mengandung makna mendalam tentang harapan seorang hamba untuk memperoleh kemuliaan malam Lailatul Qadar. Malam tersebut disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga menjadi kesempatan besar untuk meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT
Selain itu, doa ini juga memohon agar setiap kesulitan yang dihadapi dalam kehidupan digantikan dengan kemudahan. Hal ini mencerminkan keyakinan bahwa Allah SWT adalah tempat terbaik untuk memohon pertolongan.
Memasuki malam-malam terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa agar mendapatkan keberkahan serta kemuliaan malam Lailatul Qadar.




