SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Memasuki hari ke-14 bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk terus memperbanyak doa dan istighfar.
Pada hari keempat belas ini, doa yang dipanjatkan berisi permohonan agar Allah SWT tidak menghukum atas kesalahan yang dilakukan, mengampuni kekhilafan, serta menjauhkan dari berbagai bala dan musibah.
Berikut bacaan doa hari ke-14 Ramadan:
اَللَّهُمَّ لاَتُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَأَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَالْهَفَوَاتِ وَلَا تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ عَرَضًا لِلْبَلاَيَا وَالْآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ
Latin:
Allâhumma lâ tuakhidznî fîhi bil ‘atsarâti wa aqilnî fîhi minal khathâyâ wal hafawât wa lâ taj‘alnî fîhi ‘aradhan libalâyâ wal âfât bi‘izzatika yâ ‘izzal muslimîn.
Artinya:
“Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena kekeliruan yang aku lakukan. Dan ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebodohan. Janganlah Engkau jadikan diriku sebagai sasaran bala’ dan malapetaka dengan kemuliaan-Mu, wahai kemuliaan kaum muslimin.”
Doa ini mengandung makna mendalam tentang pentingnya kesadaran atas kekhilafan manusia. Setiap insan tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Karena itu, memohon ampunan menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah di bulan Ramadan.
Selain memohon ampun atas dosa dan kekeliruan, doa ini juga berisi harapan agar dijauhkan dari berbagai bala dan musibah. Permohonan tersebut mencerminkan ketergantungan penuh seorang hamba kepada perlindungan Allah SWT.
Memasuki pertengahan Ramadan, momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Sudah sejauh mana kualitas ibadah ditingkatkan, dan seberapa besar upaya memperbaiki akhlak serta memperbanyak istighfar.
Hari ke-14 Ramadan menjadi pengingat bahwa selain memperbanyak amal, umat Islam juga perlu memperbanyak taubat dan doa, agar ibadah yang dijalani semakin bermakna dan diridhai Allah SWT.