Ragam

Fenomena FOMO di Kalangan Remaja dan Gen Z: Dampak Sosial Media di Era Digital

×

Fenomena FOMO di Kalangan Remaja dan Gen Z: Dampak Sosial Media di Era Digital

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Istilah FOMO atau Fear of Missing Out merujuk pada perasaan takut tertinggal dari momen, fenomena, atau pengalaman menyenangkan yang dialami orang lain. FOMO semakin sering ditemukan, terutama di kalangan remaja dan Gen Z yang begitu lekat dengan perkembangan teknologi dan media sosial.

Menurut Tribunnews.com, FOMO didefinisikan sebagai rasa takut tertinggal informasi atau pengalaman yang mungkin berharga, yang dialami oleh orang lain tetapi tidak oleh diri sendiri.

Gejala FOMO biasanya ditandai dengan dorongan kuat untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orang lain. Hal ini bisa berupa mengikuti tren, hadir di tempat-tempat populer, atau merasakan pengalaman yang sedang ramai di media sosial.

Media sosial yang semakin berkembang menciptakan ruang di mana identitas, status sosial, dan pengalaman seseorang dibentuk dan diperlihatkan, menimbulkan tekanan bagi banyak orang untuk terus mengikuti segala tren terbaru.

Di era digital saat ini, remaja dan Gen Z menjadi kelompok yang paling mudah terpengaruh. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang dikelilingi media sosial yang selalu diperbarui, sehingga mereka merasa perlu untuk terus mengikuti tren demi tren yang muncul.

Cerita, konten, maupun berita dari teman sebaya atau selebriti di media sosial menciptakan tekanan tersendiri untuk tetap berada dalam lingkaran informasi. Ketika seseorang merasa tertinggal atau tidak mengikuti arus, muncul perasaan cemas dan terisolasi yang memicu FOMO.

Baca Juga: 5 Dampak Buruk FOMO untuk Kesehatan Mental

FOMO tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan mental. Ketika remaja dan Gen Z merasa tidak berada dalam lingkaran tren atau informasi, perasaan ini bisa menyebabkan kecemasan, stres, dan bahkan rasa rendah diri.

Hal ini diperburuk dengan perkembangan tren yang cepat dan media sosial yang selalu menampilkan kehidupan orang lain seolah sempurna, sehingga mereka yang tidak mengikutinya merasa kurang atau tidak cukup baik.

FOMO mencerminkan perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi di era digital ini. Teknologi dan media sosial memudahkan informasi dan tren tersebar dengan cepat, tetapi juga menimbulkan tantangan bagi kesehatan mental. Bagi generasi muda, tekanan untuk terus mengikuti tren ini dapat melelahkan dan berdampak pada kesejahteraan psikologis mereka.

Untuk mengurangi dampak negatif FOMO, penting bagi generasi saat ini untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan media sosial. Remaja dan Gen Z perlu didorong untuk memiliki kesadaran bahwa hidup tidak harus selalu mengikuti tren yang ada dan bahwa pengalaman yang mereka lihat di media sosial sering kali hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan orang lain. Dengan begitu, mereka dapat belajar untuk menghargai momen dan pengalaman mereka sendiri tanpa harus merasa tertinggal atau tidak cukup.

Pada akhirnya, FOMO adalah cerminan dari perubahan cara manusia berinteraksi di era digital. Dengan memahami fenomena ini, diharapkan generasi muda bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan membangun hubungan yang sehat dengan dunia maya.