JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Bawang putih sejak lama dikenal sebagai salah satu bahan alami yang memiliki beragam manfaat kesehatan. Selain dikonsumsi secara langsung atau direbus, bawang putih juga dapat diolah melalui proses fermentasi untuk menghasilkan rasa yang lebih lembut, tekstur berbeda, serta khasiat yang lebih optimal bagi tubuh.
Fermentasi diketahui mampu mengubah karakter bawang putih sekaligus meningkatkan kandungan nutrisi dan probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Dua metode fermentasi yang paling populer dan mudah dilakukan di rumah adalah menggunakan garam dan madu.
Fermentasi bawang putih dengan garam dilakukan dengan cara merendam siung bawang putih dalam larutan air garam. Mengutip Times of India, metode ini memungkinkan bakteri baik berkembang dan menghasilkan asam laktat yang berfungsi mengurangi rasa tajam bawang putih serta meningkatkan manfaat kesehatannya.
Sementara itu, The Spruce Eats menjelaskan bahwa proses fermentasi ini membutuhkan bawang putih kupas, garam laut non-iodinasi, dan air tanpa klorin. Bawang putih direndam sepenuhnya dalam larutan garam di dalam toples kaca, kemudian disimpan pada suhu ruang dengan tutup yang tidak terlalu rapat. Selama proses fermentasi, toples perlu dibuka setiap hari untuk melepaskan gas yang terbentuk. Fermentasi mulai terlihat dalam beberapa hari dan dapat dilanjutkan hingga satu hingga dua bulan untuk hasil rasa yang lebih lembut dan kaya.
Selain menggunakan garam, bawang putih juga dapat difermentasi dengan madu. Menurut Very Well Health, kombinasi bawang putih dan madu dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta meredakan gejala flu, meski manfaatnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Metode ini dinilai lebih praktis karena hasil fermentasi dapat langsung dikonsumsi. Mengutip Simply Recipes, fermentasi dilakukan dengan mencampurkan bawang putih kupas ke dalam madu mentah hingga seluruh siung terlapisi. Toples kemudian disimpan di tempat sejuk dan kering, serta dikocok setiap hari selama beberapa hari pertama. Setelah muncul gelembung sebagai tanda fermentasi, tutup toples perlu dibuka setiap hari untuk melepaskan gas. Fermentasi ini sudah dapat dinikmati setelah lima hari dan dapat disimpan hingga enam bulan.
Dengan dua metode fermentasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh variasi cita rasa bawang putih sekaligus meningkatkan manfaat kesehatannya. Fermentasi menjadi cara alami untuk memperkaya kandungan probiotik dan nutrisi yang baik bagi pencernaan serta daya tahan tubuh.





