SUBANG, TINTAHIJAU.com – Hidangan khas Imlek bukan sekadar sajian lezat untuk merayakan Tahun Baru Tionghoa, tetapi juga penuh simbol dan doa baik.
Setiap makanan yang tersaji di meja memiliki makna khusus mulai dari harapan akan rezeki yang melimpah, kesehatan, umur panjang, hingga keharmonisan keluarga.
Tradisi ini mencerminkan keyakinan bahwa makanan dapat menjadi lambang keberuntungan dan awal yang baik untuk menjalani tahun yang baru.
Inilah beberapa hidangan khas Imlek serta makna keberuntungannya.
1. Jiaozi (Pangsit)
Makna: Kekayaan dan kemakmuran
Bentuknya mirip batangan emas kuno Tiongkok. Makan jiaozi saat pergantian tahun dipercaya membawa rezeki berlimpah.
2. Ikan Utuh
Makna: Kelimpahan dan sisa rezeki
Dalam bahasa Mandarin, kata ikan (鱼 / yú) bunyinya mirip dengan kata kelebihan atau surplus.
Makanya sering ada ungkapan: Nian nian you yu” tiap tahun ada kelebihan rezeki.
Biasanya ikan disajikan utuh (kepala dan ekor) = awal dan akhir tahun yang lengkap dan baik.
3. Jeruk / Mandarin Orange
Makna: Keberuntungan dan kekayaan
Warna oranye keemasan melambangkan emas. Bunyi katanya juga mirip kata “sukses” dan “keberuntungan” dalam dialek tertentu.
4. Mi Panjang Umur (Longevity Noodles)
Makna: Umur panjang dan kesehatan
Minya sengaja dibuat panjang dan tidak dipotong saat dimasak, supaya melambangkan hidup yang panjang dan lancar.
5. Kue Keranjang (Nian Gao)
Makna: Kenaikan rezeki, karier, dan kehidupan yang makin baik
“Nian Gao” bisa diartikan sebagai “tahun yang lebih tinggi”. Teksturnya lengket, simbol keluarga yang lengket / akrab.
6. Sayuran Hijau (selada, sawi, dan lain-lain)
Makna: Kekayaan dan pertumbuhan
Sayuran yang panjang dan hijau melambangkan pertumbuhan terus-menerus dalam hidup dan keuangan.
7. Ayam Utuh
Makna: Keluarga utuh dan kebersamaan
Disajikan satu ekor penuh, simbol keluarga yang lengkap dan harmonis.
8. Kacang & Biji-bijian
Makna: Kesuburan dan banyak keturunan
Bentuknya kecil tapi banyak, harapan keluarga berkembang dan hidup penuh berkah.
Intinya, meja makan Imlek itu seperti “doa yang bisa dimakan”. Setiap hidangan bukan cuma soal rasa, tapi simbol rezeki, umur panjang, kebersamaan, dan keberuntungan buat setahun ke depan.





