SUBANG, TINTAHIJAU.com – Di tengah tuntutan zaman yang semakin dinamis, profesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi primadona di mata masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena kepastian pendapatan yang diharapkan, tetapi juga jaminan pensiun yang menarik.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat angka pendaftar CPNS 2021 mencapai 3,48 juta peserta, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat untuk memasuki dunia PNS. Salah satu alasan dominan untuk ini adalah struktur kepegawaian yang didasarkan pada prinsip kepastian, profesionalisme, dan transparansi.
Struktur Pangkat Golongan PNS
Peraturan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2011 menjadi landasan utama dalam pengelompokan pangkat golongan PNS. Faktor-faktor seperti masa kerja, pendidikan, kompetensi, dan prestasi yang diakui oleh atasan memengaruhi kenaikan pangkat. Terdapat tiga jenis kenaikan pangkat yang berlaku:
1. Kenaikan Pangkat Reguler: Dilakukan setiap 4 tahun, memberikan kesempatan bagi PNS untuk meraih posisi lebih tinggi berdasarkan pengalaman dan kompetensi yang terus berkembang.
2. Kenaikan Berdasarkan Jabatan Fungsional: PNS yang memiliki keahlian khusus dalam bidang tertentu dapat mendapatkan kenaikan pangkat berdasarkan jabatan fungsionalnya.
3. Kenaikan Melalui Jabatan Struktural: PNS yang mengisi posisi pimpinan atau struktural di lembaga pemerintahan juga berpeluang mendapatkan kenaikan pangkat.
Untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi, PNS diwajibkan mengikuti program pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dibagi menjadi dua jenis: diklat jabatan fungsional dan struktural. Ini memberi kesempatan bagi mereka untuk terus mengasah kemampuan dan pengetahuan dalam tugas-tugas yang diemban.
Daftar Golongan PNS
PNS dikelompokkan dalam empat golongan yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan:
1. Golongan I: Bagi PNS lulusan SD hingga SMP.
2. Golongan II: Untuk PNS dengan latar belakang pendidikan SMA hingga DIII.
3. Golongan III: Diperuntukkan bagi lulusan S1 hingga S3.
4. Golongan IV: Merupakan puncak karier PNS, dengan lima jenjang termasuk posisi eselon.
Setiap golongan memiliki beberapa jenjang, yang erat kaitannya dengan pendidikan. Sebagai contoh, seorang PNS baru dengan latar belakang pendidikan SMA akan memulai dari golongan IIa. Dalam empat tahun, ia memiliki potensi untuk mendapatkan kenaikan pangkat. Aturan ASN juga memungkinkan PNS untuk melanjutkan pendidikan demi meraih ijazah yang lebih tinggi, yang tentu berdampak positif pada kenaikan pangkatnya.
Daftar Gaji PNS
Pada tahun 2024, Presiden Jokowi menyetujui kenaikan gaji PNS, anggota TNI, dan Polri sebesar 8 persen. Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan kinerja para pelayan publik. Sebelum kenaikan ini, gaji PNS mengalami peningkatan sebesar 5 persen pada tahun 2019.
Berikut adalah daftar perincian gaji PNS sebelum dan setelah kenaikan 8 persen pada tahun 2024, berdasarkan golongan:
Golongan I
– Ia:
– Sebelum: Rp 1.560.800 – Rp 2.335.800
– Sesudah: Rp 1.685.664 – Rp 2.522.664
– Ib:
– Sebelum: Rp 1.704.500 – Rp 2.472.900
– Sesudah: Rp 1.840.860 – Rp 2.670.732
– Ic:
– Sebelum: Rp 1.776.600 – Rp 2.577.500
– Sesudah: Rp 1.918.728 – Rp 2.783.700
– Id:
– Sebelum: Rp 1.851.800 – Rp 2.686.500
– Sesudah: Rp 1.999.944 – Rp 2.901.420
Golongan II
– IIa:
– Sebelum: Rp 2.022.200 – Rp 3.373.600
– Sesudah: Rp 2.183.976 – Rp 3.643.488
– IIb:
– Sebelum: Rp 2.208.400 – Rp 3.516.300
– Sesudah: Rp 2.385.072 – Rp 3.797.604
– IIc:
– Sebelum: Rp 2.301.800 – Rp 3.665.000
– Sesudah: Rp 2.485.944 – Rp 3.958.200
– IId:
– Sebelum: Rp 2.399.200 – Rp 3.820.000
– Sesudah: Rp 2.591.136 – Rp 4.125.600
Golongan III
– IIIa:
– Sebelum: Rp 2.579.400 – Rp 4.236.400
– Sesudah: Rp 2.785.752 – Rp 4.575.312
– IIIb:
– Sebelum: Rp 2.688.500 – Rp 4.415.600
– Sesudah: Rp 2.903.580 – Rp 4.768.848
– IIIc:
– Sebelum: Rp 2.802.300 – Rp 4.602.400
– Sesudah: Rp 3.026.484 – Rp 4.970.592
– IIId:
– Sebelum: Rp 2.920.800 – Rp 4.797.000
– Sesudah: Rp 3.154.464 – Rp 5.180.760
Golongan IV
– IVa:
– Sebelum: Rp 3.044.300 – Rp 5.000.000
– Sesudah: Rp 3.287.844 – Rp 5.400.000
– IVb:
– Sebelum: Rp 3.173.100 – Rp 5.211.500
– Sesudah: Rp 3.426.948 – Rp 5.628.420
– IVc:
– Sebelum: Rp 3.307.300 – Rp 5.431.900
– Sesudah: Rp 3.571.884 – Rp 5.866.452
– IVd:
– Sebelum: Rp 3.447.200 – Rp 5.661.700
– Sesudah: Rp 3.722.976 – Rp 6.114.636
– IVe:
– Sebelum: Rp 3.593.100 – Rp 5.901.200
– Sesudah: Rp 3.880.548 – Rp 6.373.296
Dengan sejumlah keuntungan seperti jaminan pendapatan, jaminan pensiun, dan peluang kenaikan pangkat berdasarkan prestasi dan kompetensi, tidak mengherankan bahwa profesi PNS tetap menjadi pilihan menarik bagi banyak individu di Indonesia.




