Ragam

Inilah Isi Lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” Ciptaan Om Zein yang Tuai Kontroversi

×

Inilah Isi Lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” Ciptaan Om Zein yang Tuai Kontroversi

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Lagu berbahasa Sunda berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menjadi sorotan publik setelah dinilai mengandung narasi yang merendahkan perempuan.

Lagu tersebut berisi ungkapan rasa syukur karena terlahir sebagai laki-laki, kemudian membandingkan kehidupan laki-laki dengan pengalaman biologis perempuan, seperti menstruasi, keguguran, penggunaan bra, hingga riasan wajah.

Bagian-bagian itulah yang memicu kritik dari sejumlah kalangan, termasuk Anggota DPR RI Atalia Praratya, yang menilai liriknya tidak mencerminkan penghormatan terhadap perempuan maupun nilai-nilai budaya Sunda.

Beberapa penggalan lirik yang menjadi sorotan antara lain:

Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki

Cacak mun jadi awewe
Andai saja Jadi perempuan

Es-Em-Pe kelas tilu
SMP kelas liga

Tos Karuron tujuh kali
Sudah reguguran tujuh kali

Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudan menciptakan aku jadi laki-laki

Teu kudu meuli kutang
Tidak usah membeli bra

Nu busana leuwih gede batan susu
Yang busanya lebih besar daripada payudara

Nuhun Gusti
Terima Kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki

Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek
Tidak usah keluyuran mencari.apotek.

Alatan telat bulan
Karena telat bulan (datang bulan)

Nuhun gusti
Terima kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki

Teű kudu ngalukis halis jeung bulu mata
Tidak usah melukis alis dan bulu mata

sakalina ngiceup hese beunta
yang sekali berkedip susah melek