Inilah Larangan dan Sanksi bagi Pelanggar di Masa Tenang Pemilu 2024

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Berikut ini adalah larangan dan sanksi bagi pelanggar di masa tenang Pemilu 2024.

Masa tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas kampanye pemilu.

Masa tenang pemilihan umum 2024 berlangsung dari dari tanggal 11 hingga 13 Februari.

Adapun larangan dan sanksi bagi pelanggar di masa tenang adalah sebagai berikut.

Pasal 509 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu

Setiap orang yang mengumumkan hasil survei atau jajak pendapat tentang Pemilu dalam Masa Tenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

Baca Juga:  Temuan KPU RI: 1.972 Surat Suara Tercoblos di Kuala Lumpur, Malaysia

Pasal 523 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu

Setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi lainnya kepada pemilih secara langsung ataupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278 ayat (2) dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp48.000.000,00 (empat puluh delapan juta rupiah).

Pasal 492 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan Kampanye Pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota untuk setiap Peserta pemilu sebagaimana dimaksud dalam pasal 276 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (1) tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dorong Kenaikan Dana Desa Untuk Pemenuhan Kesehatan dan Gizi Anak

Itulah larangan dan sanksi bagi pelanggar di masa tenang pemilihan umum (pemilu) tahun 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: red.tintahijau@gmail.com