SUBANG, TINTAHIJAU.com – Menentukan harga jual makanan sering dianggap sepele.
Padahal, harga yang salah bisa membuat usaha rugi atau sepi pembeli.
Terlalu murah merugikan, terlalu mahal membuat pelanggan berpaling.
Agar bisnis kuliner tetap untung dan laris, berikut cara tepat menentukan harga jual makanan.
1. Hitung Biaya Produksi dengan Detail
Langkah paling dasar adalah mengetahui biaya sebenarnya. Hitung semua komponen:
Bahan baku (beras, daging, bumbu, minyak, dll.), gas, listrik, dan air.
Kemasan, biaya tenaga kerja, penyusutan alat.
Total biaya ini disebut HPP (Harga Pokok Produksi).
2. Tentukan Target Keuntungan
Setelah tahu HPP, tentukan margin keuntungan. Umumnya usaha makanan mengambil keuntungan:
30–50% untuk makanan harian, bisa lebih tinggi untuk produk premium atau unik.
Contoh:
Jika HPP satu porsi Rp10.000 dan ingin untung 40%, maka harga jual minimal Rp14.000.
3. Sesuaikan dengan Harga Pasar
Lakukan riset kecil di sekitar:
Harga kompetitor, porsi yang diberikan, kualitas rasa dan penyajian.
Harga jual sebaiknya kompetitif, tidak terlalu jauh dari pasar, kecuali punya keunggulan khusus.
4. Perhatikan Target Konsumen
Harga harus sesuai dengan kemampuan beli pelanggan. Misalnya:
– Makanan rumahan, harga terjangkau
– Makanan kekinian, harga menengah
– Makanan premium, harga lebih tinggi.
Kenali siapa pembelinya sebelum menentukan harga.
5. Pertimbangkan Porsi dan Nilai Produk
Harga tidak hanya soal murah, tapi nilai yang dirasakan pelanggan. Porsi yang pas, rasa konsisten, dan penyajian menarik membuat pelanggan merasa harga pantas.
6. Hitung Risiko dan Biaya Tak Terduga
Sertakan faktor:
Bahan naik harga, makanan tidak habis terjual, promo atau diskon.
Sedikit ruang keuntungan membantu usaha tetap aman.
7. Jangan Takut Naik Harga Secara Bertahap
Jika kualitas meningkat atau biaya naik, penyesuaian harga wajar dilakukan. Tipsnya:
Naikkan perlahan, sertai peningkatan kualitas, komunikasikan dengan baik ke pelanggan.
8. Evaluasi Secara Berkala
Harga jual bukan keputusan sekali jadi. Evaluasi:
Penjualan harian, keuntungan, respons pelanggan.
Dari sini, harga bisa disesuaikan agar usaha tetap sehat.
Menentukan harga jual makanan harus berdasarkan perhitungan, pasar, dan nilai produk, bukan sekadar perkiraan.
Dengan harga yang tepat, usaha kuliner bisa untung, laris, dan bertahan lama.





